magista scarpe da calcio Renggut Nyawa Ibu Anak, Terakhir Foto di Pelabuhan Ketapang


Renggut Nyawa Ibu Anak, Terakhir Foto di Pelabuhan Ketapang

MALANG - Dua pasang ibu anak menjadi korban dalam tragedi Bus Medali Mas di Gending Probolinggo. Yakni Jumiati (51 tahun) warga Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang beserta anak bungsunya, Sita Soviana (14 tahun).

Serta Markami (64 tahun) dan putrinya Maria Yustina Eni Budoyo (41 tahun) warga Jalan Karya Timur Gang 1 NO 25 G Purwantoro, Kota Malang
Malang Post mendatangi rumah korban mendiang Jumiati dan Sita Soviana di Lawang . Di sana, sekitar pukul 13.00, sudah ada dua pegawai Jasa Raharja yang melakukan koordinasi dengan Umi saudara ipar Jumiati dan perangkat desa setempat.
Di tengah dukanya yang mendalam, sambil menangis Umi membantu mengurus kebutuhan administrasi jasa raharja untuk kakak ipar dan keponakannya tersebut. “Aduh, dada saya sesak dari tadi, Ya Allah,” isaknya.
Sekitar sepuluh menit kemudian, TOA masjid yang terletak persis di depan rumah Jumiati mengumumkan berita duka. Kemudian, terdengar nama Jumiati dan Sita disebut, tangis wanita berumur 41 tahun ini semakin kencang. “Aduh Sita....saya paling dekat dengan Sita, dia seusia dengan anak saya yang laki-laki,” imbuh dia sambil terus menangis.
Selama ini, Umi yang merupakan adik ipar sekaligus tentangga korban mengaku cukup dekat dengan korban. Kakak kandung Umi, merupakan suami pertama Jumiati. Kemudian, ketika Sita berumur lima tahun, suami tersebut meninggal dunia. Kemudian, sekitar tujuh tahun lalu, Jumiati kembali menikah dengan Sutono (65 tahun).
“Rumah kami dempet. Ketika saya masak sesuatu, dia sering ikut makan di rumah. Apapun selalu cerita. Pergi ke Bali pun dia juga pamitan sama saya,” lanjut Umi.
Sekitar H+1 setelah lebaran, Jumiati pergi ke Bali untuk mengunjungi kedua anak laki-lakinya yang bekerja di sana. “Mereka berdua kan nggak pulang, kemudian Mbak Jum berangkat ke sana sama Sita, sekalian liburan juga,” papar Umi Kepada Malang Post.
Lebih lanjut, Umi menerangkan perginya Jumiati bersama anaknya dari Malang menggunakan kereta api dan singgah sebentar di Banyuwangi. Kemudian, Jumiati dan Sita menyeberang Selat Bali dan selebihnya berangkat ke rumah anaknya di sekitar wilayah Denpasar dengan menggunakan bus. “Sekitar satu minggu lalu, Mbak Jum telpon saya. Rencananya mereka hendak pulang satu minggu yang lalu dan mampir dulu ke Blitar, karena tidak dapat bus, akhirnya baru sekarang ini pulang. Senin Sita sudah harus kembali sekolah,” terang dia sambil terisak.

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang