magista scarpe da calcio Pamit Sebentar, Sukir Pergi Selamanya


Pamit Sebentar, Sukir Pergi Selamanya

 
MALANG - Pamitnya pergi hanya sebentar,  Sukir, warga Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang justru pergi untuk selamanya. Pria 35 tahun itu menjadi salah satu korban meninggal akibat kecelakaan bus Medali Mas jurusan Bali-Malang di kawasan Gending, Probolinggo, Jumat (14/7) dini hari. 
Sodikin, kakak kandung Sukir mengatakan, semula keluarga ragu apakah Sukir menjadi korban kecelakaan bus Medali Mas atau bukan. Mereka bahkan berharap Sukir tak masuk dalam daftar korban meninggal akibat kecelakaan tersebut.  
“Setelah habis Jumatan, keluarga yang pergi kesana sudah memastikan bahwa itu benar Sukir, adik saya,” ucapnya lirih saat ditemui Malang Post, kemarin. 
Untuk diketahui, dalam daftar penumpang bus Medali Mas, tertulis alamat Sukir di RT 06, RW 01, Desa Argosari, Jabung. Namun alamat tersebut merupakan tempat tinggal orang tua Sukir. Tempat tinggalnya sebenarnya di Desa Asrikaton, Pakis.  
Lebih lanjut Sodikin menjelaskan, Sukir ke Bali pada Rabu (12/7) lalu seorang diri. Ia ditugaskan bosnya untuk mengukur besi yang akan dipotong kemudian dilas menjadi pagar. 
“Memang kerjaanya menjadi tukang las. Kepergiannya ke Bali juga mendadak karena  urusan pekerjaan. Katanya hanya sebentar di Bali mengukur besi,” terang Sodikin.
Sebelum berangkat dari Bali, Sukir sempat telepon istrinya, Ima. Ia minta dijemput di Arjosari pada Jumat (14/7) pagi. Namun, takdir berkata lain. Dia menjadi korban tewas kecelakaan di Probolinggo. “Saya kaget mendengar kabar ini. Saat di sawah tadi pagi, dikabari kecelakaan ini,” tuturnya sembari mengatakan, Sukir meninggalkan dua anak.
Dia mengatakan, sebelumnya tidak ada firasat buruk terhadap[ kepergian adik kandungnya tersebut. Pasalnya, Sukir memang kerap berpergian keluar kota untuk urursan pekerjaan. Namun, saat itu, Sodikin was-was terkait kepergian adiknya tersebut ke Bali. Apalagi baru saja Lebaran, korban langusng mendapat tugas ke luar kota.
“Saya sempat bilang ke dia, masih suasana Lebaran, jangan berpergian jauh. Kasihan anak istrinya ditinggal,” terangnya. Siapa sangka,  itu merupakan pesan terakhir yang disampaikan kepada Sukir. Lanjut dia, sampai kemarin siang pihak keluarga masih menunggu kedatangan jenazah dari Probolinggo.
“Tadi ada persoalan administrasi, sehingga jenazah belum bisa segera dibawa pulang. Karena yang harus mengambil adalah keluarga kandung. Sedangkan yang berangkat tadi adalah saudara jauh,” katanya. (big/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :