Soedja’i Cs Dilantik, Christea Gembok Kampus

 


 
MALANG - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jatim, kemarin langsung melantik kepengurusan  Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP-PT PGRI) Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama).
Kepengurusan masa bakti 2018-2023 ini tetap diketuai H. Soedja’i dengan wakil ketua, Waluyo Edy Susanto. Informasi yang didapat Malang Post, untuk menghindari konflik, pelantikan tersebut, dilakukan di salah satu hotel di Kota Batu. MS. Alhaidary, SH, MH, kuasa hukum pengurus PPLP-PT PGRI Unikama, Soedja’i Cs membenarkan pelantikan tersebut. 
“Memang sengaja dilakukan di tempat lain untuk menghindari konflik dengan Christea yang mengaku sebagai ketua baru,” ucapnya ketika dikonfirmasi.
Setelah pelantikan ini, dia menegaskan, kliennya segera melaporkan Christea Frisdiantara, mantan Wakil Ketua PPLP-PT PGRI ke polisi karena memalsukan data autentik penerbitan akta No 1 tanggal 3 Januari 2018 yang disahkan Menkumham No AHU-0000001.AH.01.08 Tahun 2018 tanggal 5 Januari 2018. 
“Dalam Anggaran Dasar PPLP-PT PGRI Malang tertulis di Bab XVI Pasal 38 tentang perubahan anggaran dasar, dinyatakan berlaku setelah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Republik Indonesia,” terangnya. 
Menurutnya, surat persetujuan perubahan anggaran dasar oleh Menkumham Nomor AHU-0000001.AH.01.08 Tahun 2018 yang dibuat oleh Christea, berdasarkan akta No 84 tanggal 28 Oktober 2015, sudah salah besar karena akta tersebut tidak pernah disahkan oleh Menkumham.
Ini juga tertulis pengesahan yang dibuat di notaris Ario Hardickdo, SH oleh Christea Cs. “Dalam komparisi yang dibuat notaris Ario Hardickdo, akta No 84 tanggal 28 Oktober 2015 itu juga dimasukkan sabagai salah satu dasar pengesahan tersebut,” tegas Haidary, sapaannya.
Jadi, kata dia, banyak bukti yang akan diserahkan kepada polisi, terkait pemalsuan data autentik yang dilakukan Christea untuk menerbitkan akta No 1 tanggal 3 Januari 2018.
“Termasuk memalsukan data SKCK yang menjelaskan bahwa dia tidak pernah terlibat tindak pidana,” pungkas dia.
Di bagian lain, suasana tegang sempat menyelimuti kampus Unikama di Jalan S. Supriyadi Malang. Hingga kemarin, aparat dari jajaran Polres Malang Kota (Makota) dan Kodim 0833 Kota Malang, menjaga ketat kampus tersebut.  
Kapolres Makota, AKBP Asfuri SIK MH menyebut kepolisian menurunkan personel untuk mengantisipasi konflik fisik. “Ada konflik internal pengurus PPLP-PT PGRI. Apalagi ada penggembokan pagar kampus,” katanya kepada Malang Post. 
Ia menyatakan, polisi bertindak netral dan tidak memihak kepada salah satu kubu.
“Kedua pihak dipersilahkan menyelesaikan masalah dengan cara yang tidak menimbulkan kegaduhan fisik,” tegas dia.
Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta menambahkan, pihaknya berupaya meredam semua potensi bentrokan. Sementara itu, dikonfirmasi perihal penggembokan pagar kampus, Christea menyatakan sengaja dilakukan agar terhindar dari aksi preman. 
“Sejak dua hari lalu, kampus didatangi beberapa preman. Ruangan saya bahkan dijaga preman,” ungkapnya.
Selain memasang gembok dan melarang semua orang masuk ke dalamnya, mantan anggota DPRD Kota Malang ini juga memasang pengumuman yang berisi pengurusan PPLP-PT PGRI Malang sudah berganti dari Soedja’i kepada dirinya.
“Sengaja saya umumkan biar semua orang tahu bahwa kami pengurus PPLP-PT PGRI Malang yang sah. Kalau Jumat (19/1), katanya ada pelantikan pengurus, itu adalah kepengurusan yang ilegal,” paparnya melalui sambungan telepon. (fin/mar/jon)  

Berita Lainnya :