Dua Jambret Sekarat

 
MALANG – Dua pelaku jambret nyaris tewas dimassa di Dusun Sengon, Desa Bedalisodo, Kecamatan Wagir, Sabtu (15/7) kemarin. Keduanya menjadi bulan-bulanan warga setelah tertangkap tangan menjambret kalung milik dua orang warga Desa Bedalisodo, Wagir, yakni Surati, 70, serta Warni, 63. Beruntung, petugas Polsek Wagir yang mendapat laporan segera cepat datang ke lokasi.
Jika sampai terlambat beberapa menit, mungkin kondisi kedua pelaku sudah lain lagi. Untuk menyelamatkan nyawanya, kedua pelaku jambret langsung dilarikan ke Puskesmas Wagir.
“Mereka ini mau dibakar oleh massa, untungnya anggota kami cepat datang ke lokasi. Namun kondisinya juga sudah babak belur. Hanya motor yang menjadi sarananya saja, yang dibakar oleh warga,” ungkap Kapolsek Wagir, AKP Agus Adang P.
Kedua pelaku jambret itu semuanya warga Kecamatan Tajinan. Yakni Suyut, 36 tahun, warga Dusun Srigading, Desa Randugading, serta Sutik, 38 tahun, warga Dusun Baran Lekok, Desa Sumbersuko. Hingga petang kemarin, keduanya masih menjalani perawatan.
“Untuk Sutik, harus mendapat 40 jahitan di kepalanya karena luka robek akibat dipukuli massa. Begitu pula dengan Suyut, juga mendapat jahitan tetapi tidak banyak,” jelas mantan Kanit Provost Polres Malang.
Sebelum beraksi, pagi sekitar pukul 08.00 kedua tersangka janjian bertemu. Setelah itu, dengan berboncengan sepeda motor Honda Beat N 5568 APL, mereka keliling mencari sasaran. Suyut bagian joki, sedangkan Sutik sebagai eksekutornya.
Ketika melintas di Dusun Bedali Ledok, Desa Bedalisodo, mereka melihat korban Surati memakai kalung emas, berdiri di pinggir jalan depan rumahnya. Melihat ada sasaran empuk, keduanya lantas mendekati korban yang kemudian merampas kalung dan kabur ke arah timur.
Setelah berhasil dan merasa tidak ada yang mengejar, jarak sekitar satu kilometer keduanya kembali menjambret kalung milik Warni, 63. Saat itu korban sedang menjemur jagung. Kedua tersangka lantas mendekat dan menjambret kalung korban.
Sadar kalungnya dijambret, seketika korban langsung berteriak hingga didengar warga sekitar. Selanjutnya beramai-ramai warga mengejar kedua tersangka. Salah satu warga yang mengejar, justru disabet dengan senjata tajam oleh pelaku hingga mengenai wajahnya. Warga ini, kemudian dilarikan ke rumah sakit.
Melihat kedua tersangka melawan, warga justru malah semakin beringas. Warga mengepung dan menangkap tersangka yang tersudut. Selanjutnya tanpa ada komando, warga langsung menghakimi beramai-ramai. Sebagian warga lainnya melapiaskan emosinya dengan membakar motor milik kedua pelaku.
Emosi warga meredam setelah petugas datang ke lokasi. Warga kemudian menyerahkan kedua tersangka jambret, serta barang bukti motor yang sudah ludes dibakar massa. Kini kasusnya masih dalam pengembangan polisi.
Sementara itu, tersangka Suyut yang bisa bicara, mengatakan kalau dirinya baru sekali menjambret. Ia menjambret karena diajak oleh Sutik. 
“Saya diajak sama Sutik, dijemput di rumah. Baru sekali ini lalu ketangkap,” ungkap tersangka Suyut, sembari mengatakan pada 1998 lalu dirinya pernah ditahan karena kasus perampokan.
Diduga kuat, kedua pelaku ini sering beraksi di kawasan Wagir dan Sukun. Beberapa TKP di wilayah ini beberapa kali terjadi penjambretan. Modusnya hampir sama yang dilakukan kedua pelaku ini. (agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...