Begal Wagir Dikenal Sadis



MALANG – Beberapa waktu lalu, di wilayah Klayatan, Kecamatan Sukun, Kota Malang sering terjadi jambret jalanan. Bahkan, warga sempat duel dengan salah satu pelaku, namun mereka berhasil kabur setelah merampas motor salah satu pengendara yang melintas. Tidak hanya itu saja, sebelumnya seorang penjual sayur-sayuran warga Klayatan, tepatnya di dekat perempatan, juga dijambret pagi-pagi buta. Kalung emasnya amblas digondol dua pelaku penjambret jalanan.

Hanya saja, peristiwa mengemparkan itu tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian. Tidak lama kemudian, aksi penjambretan juga terjadi lagi di sekitar wilayah ini. Dua pelaku berboncongan motor, mengasak kalung salah seorang ibu warga setempat.
Modus operandi yang dilakukan penjambret jalanan sadis ini, seperti yang dilakukan Sutik dan Suyud, dua pelaku yang ditangkap massa di Dusun Sengon, Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, kemarin. Diduga kuat, aksi penjambretan yang terjadi di beberapa wilayah Wagir dan Klayatan inilah yang dilakukan Sutik dan Suyud.
Kanitreskrim Polsek Wagir, Ipda Agus Yulianto mengatakan, saat ini polisi masih mendalami kasusnya. Karena ada indikasi, keduanya sudah beberapa kali menjambret di wilayah Kabupaten Malang, termasuk wilayah Kecamatan Wagir dan perbatasan Kota Malang. Hanya saja sejauh ini, Suyud yang sudah diperiksa masih bungkam. Ia hanya mengaku sekali saja beraksi.
“Sejauh ini pengakuannya baru sekali saja beraksi. Sedangkan untuk satu pelaku lagi, masih belum bisa kami mintai keterangan karena masih perawatan,” ujar Ipda Agus Yulianto.

Sementara itu, informasi dari sumber Malang Post di kepolisian, kedua pelaku jambret tersebut, adalah pelaku lama. Mereka sudah beberapa kali keluar masuk penjara, karena kasus perampasan dan perampokan. Bahkan, selama ini Suyud dan Sutik, sudah menjadi target operasi (TO) polisi.
“Nama mereka sudah lama kami buru. Mereka ini adalah pelaku lama dan sudah beberapa kali beraksi menjambret di wilayah Kabupaten Malang,” tutur sumber Malang Post tadi.
Sementara itu satu dari dua pelaku jambret yang dimassa, terpaksa dirujuk ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Sutik, 38, warga Dusun Baran Lekok, Desa Sumbersuko, Tajinan ini, dilarikan ke rumah sakit lantaran kondisinya mengenaskan. Hampir seluruh tubuhnya lebam-lebam karena mendapat bogeman warga yang emosi dengan aksi pelaku kejahatan yang kejam itu. Sedangkan satu pelaku lagi, Suyud, 36, warga Dusun Srigading, Desa Randugading, Tajinan usai dirawat di Puskesmas Wagir, langsung dibawa ke Mapolsek Wagir.
“Untuk satu pelaku kami bawa ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen, karena kondisi luka akibat dimassa cukup parah. Sedangkan satu lagi sudah kami bawa ke Polsek Wagir, saat ini masih kami mintai keterangan,” terang Kanitreskrim Polsek Wagir, Ipda Agus Yulianto.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga sekitar Bedalisodo, Kecamatan Wagir, Sabtu siang lalu ngamuk. Mereka melampiaskan emosinya dengan menghakimi dua pelaku jambret, yakni Suyut dan Sutik. Keduanya menjadi bulan-bulanan warga setelah tertangkap tangan menjambret dua warga Desa Bedalisodo, Wagir, yakni Surati, 70 dan Warni, 65.
Warga semakin brutal, setelah mengetahui salah satu warga mengalami luka bacok di warga setelah terkena sabetan senjata tajam pelaku. Untungnya, emosi warga bisa diredam petugas yang cepat datang ke lokasi. Sehingga rencana warga membakar kedua pelaku urung, warga terpaksa melampiaskan dengan membakar sepeda motor Honda Beat milik pelaku yang menjadi sarana beraksi.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :