Cegah Penjarahan, Barang Diungsikan ke Mapolsek

 
MALANG – Kebakaran menghanguskan dua toko aparel olahraga Jalan MT Haryono 129, RT 05 RW 03 Kelurahan Dinoyo, pagi hingga siang kemarin. Para karyawan toko Sport Mania Distro, dibikin kelabakan dengan api yang berasal dari korsleting. Dalam kondisi panik, para karyawan, berupaya sebisa mungkin menyelamatkan barang jualan yang ada di lantai bawah.
“Saat kebakaran, yang kita pikirkan adalah barang-barang yang masih belum kena api. Karena itu, saat petugas datang memadamkan api, saya dan teman-teman mengungsikan barang dagangan. Tapi kami tidak minta bantuan warga,” kata Faisol, 25 tahun kepada Malang Post di Polsek Lowokwaru.
Polisi, memasang police line yang menutup jalan MT Haryono dari kedua arah. Warga dilarang mendekat. Warga juga tidak diperkenankan membantu proses evakuasi barang-barang seperti baju, tas, sepatu dan sandal ini. Pasalnya, Polsek Lowokwaru ingin menjaga iklim kondusif dan mensterilkan area.
Selain itu, pemilik toko H Abdul Muni juga meminta izin kepada Polsek Lowokwaru, untuk menjadikan kantor Polsek yang terletak dekat dengan TKP, sebagai pengungsian barang. Pemilik toko tidak mau ada yang mencari kesempatan dalam kesempitan. Polisi pun setuju dengan permintaan pemilik, supaya tak ada penjarahan.
Setelah kebakaran selesai jelang tengah hari, para pegawai toko sibuk menaikkan barang-barang dagangan ke atas truk. Menurut Faisol, barang-barang tersebut akan dibawa ke Sawojajar, sebagai tempat penyimpanan sementara.
“Barang-barangnya dibawa ke Sawojajar, pakai dua truk. Kalau ditaruh di Distro Sumbersari tidak mungkin, karena di situ kapasitas terbatas,” jelas Faisol.
Kapolsek Lowokwaru, Kompol Pujiyono menegaskan gedung yang terbakar disterilkan.
“Kita sterilkan untuk petugas yang melakukan olah TKP dan identifikasi sumber kebakaran. Belum bisa dipastikan apa penyebab awal kebakaran, tapi dugaan sementara adalah korsleting listrik,” sambung Pujiyono.
Sofi, 38 tahun warga Muharto V, Kedungkandang, mengaku bekerja selama 13 tahun di Sport Mania Distro, dan merupakan sepupu dari H Abdul Muni, pemilik toko.
“Barang-barang di sini, ya sepatu, tas, jaket dan celana. 11 orang yang ada di distro. Yang di lantai 2 cuma Wahyu saja, yang lain di lantai 1 saat kebakaran muncul,” tutupnya.(fin/mar/jon)
 

Berita Lainnya :