Hari Kelima, Santriwati Belum Ditemukan


MALANG - Sampai hari kelima, pencarian Eris Maulidina, 13 tahun, yang terjebur di Sungai Brantas, masih terus berlanjut. Tubuh santriwati Pondok Surya Rahmatullah, Jalan Terong, Bumiayu, ini masih belum ditemukan. Setiap harinya, tim SAR gabungan yang terdiri dari RJT, BPBD, SAR Perindo, SAR Pakem dan pihak kepolisian terus menyisir lokasi pencarian hingga daerah Sengguruh, Kepanjen. Agus Demit, salah satu relawan SAR mengatakan hingga saat ini, tubuh Eris masih belum ditemukan.

“Berdasarkan perhitungan kami, seharusnya kemarin tubuh Eris muncul. Tapi ternyata belum, mudah-mudahan besok sudah ketemu,” papar dia kepada Malang Post.
Ia menerangkan, pencarian tersebut terus berulang mulai TKP tempat Eris diketahui tenggelam sampai sekitar daerah Sengguruh, Kepanjen.
“Setiap harinya, kami sisir lokasi. Persatu kilometer titik pencarian, kami siagakan satu regu yang terdiri dari 15 orang. Kami melakukan penyisiran dengan cara penyelaman hingga rafting. Lengkap, sesuai dengan prosedur SAR,” terang dia.

Operasi SAR tersebut idealnya dilakukan setiap harinya mulai pukul 08.00 hingga 17.00. “Selebihnya, kami tetap melakukan pemantauan dengan melibatkan warga sekitar juga. Arus airnya juga normal sejak hari pertama pencarian,” lanjut dia.
Namun, di tengah pencarian tersebut, ada satu kendala yang sempat membuat tim SAR kesulitan dalam mencari. “Sekitar dua meter dari lokasi, ada pulung atau pusaran air yang membuat kami sedikit sulit mengidentifikasi. Selain itu, saya juga meminta dukungan dan doa dari pihak keluarga supaya segera ketemu,” imbuh dia.
Hari ini, tim SAR akan mulai menyisir lagi dari TKP awal dengan meneliti satu persatu titik dan membaca arus air.
“Mudah-mudahan akan segera ketemu. Biasanya, jika korban masih belum ditemukan, H+7 setelah kejadian, operasi SAR ditutup. Mohon doanya, keluarga juga harus ikhlas,” tandas dia.(mg16/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :