Dua Siswa Asal Wajak, Digendam

MALANG - Warga sekitar Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang mendadak geger, Sabtu (15/7) sekitar pukul 21.00. FF, 14 tahun, warga asal Wajak, Kabupaten Malang menjadi korban gendam di sekitar Alun-Alun Kota Malang bersama temannya. Dicky Rahman Permana, 25 tahun, salah satu saksi sekaligus warga disana mengatakan ketika itu, ia melihat Fadila sedang mondar-mandir di depan rumahnya sambil kebingungan.
“Ketika saya tanya, dia sedikit linglung. Yang dia ingat, dia dari Alun-alun ditodong obeng oleh seseorang. Kemudian, ia dibonceng oleh seseorang yang tak dikenal tersebut,” papar Dicky kepada Malang Post.
Kemudian, korban ditinggalkan di depan Balai RW sendirian. Padahal, ia pergi ke Alun-alun besama salah satu temannya. 
“Nah, setelah diturunkan itu, dia melihat pelaku melintas di depan rumah saya. Ketika diikuti, pelaku sudah kabur bersama temannya itu. Korban langsung saya ajak masuk ke dalam rumah dan saya tanya-tanya,” terang dia.
Menurut korban, pelaku menodongkan obeng dan mengancam akan menusuknya jika ponsel miliknya dan temannya tidak diserahkan. Kemudian, pelaku juga berusaha membawa kabur motor korban. 
“Kemudian, korban bilang kalau temannya tersebut dibawa oleh pelaku. Saya panik dan kaget, langsung saya kumpulkan warga disini. Saya takut terjadi sesuatu,” lanjut dia.
Kemudian, warga sekitar kemudian menyebar untuk mengejar pelaku dan teman korban. Berdasarkan penuturan korban, pelaku berjumlah dua orang dan menggunakan sepeda motor mio. “Korban bilang yang satu sudah bapak-bapak agak tua, satunya lagi seumuran saya,” jelas dia.
Setelah beberapa jam mencari, teman korban beserta sepeda motor Revo milik korban tersebut ditemukan di sekitar trotoar yang terletak di halaman Rumah Sakit Panti Nirmala. 
“Ketika itu, teman Fadila ditemukan bersama motornya, sendirian. Pelaku hilang entah kemana,” imbuh dia.
“Awalnya saya mau bawa ke kantor polisi, tapi karena mereka tidak punya identitas, akhirnya saya upload ke facebook. Tak lama kemudian dapat respon dari tetangganya,” jelas dia.
Sekitar pukul 01.00, orangtua korban datang dan menjemput anaknya. Menurut Dicky, kejadian tersebut tidak hanya terjadi sekali di kampungnya. “Satu bulan yang lalu juga ceritanya sama persis. Dua orang remaja laki-laki juga ditinggal di balai RW. Total sudah ada empat orang remaja laki-laki yang sudah jadi korban gendam di Alun-alun,” tandas dia.(mg16/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :