Mogok di Rel, Dihantam KA Malioboro


 
BLITAR – Pikap pengangkut batako yang sedang melintas di perlintasan kereta api di Desa Kandangan, Kecamatan Srengat, Blitar, hancur tak berbentuk setelah disambar Kereta Api Malioboro, Minggu (21/1) pagi. 
Tabrakan tersebut diakibatkan pengemudi tidak mengetahui kalau kereta sedang lewat lantaran sirene datangnya kereta tidak berfungsi. Mobil pikap berwarna hijau muda dengan Nopol L 7805 BQ tersebut terbelah menjadi dua. 
Setelah badan mobil dihantam kereta dan kepala kereta diseret sejauh 300 meter dari lokasi kejadian.
“Memang lampunya dan sirinenya tidak hidup. Jadi, sopir tidak tahu kalau kereta sedang melintas. Tapi sopir dan kernetnya selamat karena lari,” ungkap Hermanto, warga sekitar.
Menurut dia, memang palang penjagaan kereta api yang tidak berpalang itu sirene dan lampu pengamanannya tidak berfungsi selama berhari-hari. Hal itu diakibatkan aki atau baterai sumber kelistrikan alat tersebut dicuri orang tak bertanggung jawab. 
"Sudah sering di sini kalau aki kereta dicuri. Padahal mereka tidak tahu fungsinya apa. Mungkin dikilokan,” ujarnya.
Sementara itu, Agus, 30, dan temannya, Zaenal Arifin, 30, warga Dusun Krebet, Kecamatan Srengat selamat. Keduanya sedang ikut pihak kereta api untuk dimintai keterangan. Anggota Polsek Srengat sedang melihat bagian kepala pikap yang tersangkut kereta hingga terseret 300 meter jauhnya dari TKP.
“Mobil mereka yang mengangkut batako tiba-tiba berhenti di tengah rel kereta. Padahal kereta sudah dekat dan mereka mencoba mendorongnya tapi tidak kuat. Lalu ditinggallah mobil tersebut karena mereka kalau tetap mendorong bakal tersambar kereta juga,” kata petugas. (bt/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...