Diduga Depresi, Gadis Turen Gantung Diri

 
MALANG – Diduga mengalami depresi, wanita bernama Indah Istiningwahyuni, 25, menggantung dirinya di kamar Jalan Suryo RT01 RW05 Desa Tawangrejeni, Turen. Indah ditemukan tewas tergantung dengan kain yang disambung-sambung, Sabtu (20/1).
Dari data yang dihimpun, ibu korban, Iswanti, 50, mengaku masih melihat putrinya di dalam kamar. Iswanti melihat anaknya sedang bermain hape di dekat jendela kamar. Dia pun tidak menaruh curiga dan meninggalkan ruang kamar putrinya. 
Sekitar pukul 17.00, Iswanti memanggil Indah lagi. Karena, Indah belum makan sejak siang. Namun, dia tak mendapat jawaban dari Indah. Kamarnya pun terkunci. Akhirnya, Iswanti meminta Yoyok Iswanto, 42, sanak familinya, untuk mendobrak kamar. 
Betapa kagetnya Iswanti, melihat Indah sudah tergantung. Tanpa menunggu waktu lama, mereka langsung menelepon Polsek Turen. Kasubbag Humas Polres Malang, Kompol Farid Fathoni menjelaskan, korban ditemukan dalam kondisi tergantung. 
“Korban tergantung dengan seutas kain kerudung, kain sarung bantal dan kain sarung guling. Korban ditemukan dalam posisi duduk di atas kasur, dengan tali terikat di angin-angin jendela kamar,” ungkap Farid kemarin.
Tak hanya Polsek Turen, pihak Puskesmas Turen ikut mendatangi lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan awal tim medis, korban ditemukan dalam kondisi lidah menjulur. Selain itu, ada bekas memar jeratan tali di bagian leher. 
Tubuh korban tidak ditemukan luka, serta tak ada tanda-tanda kekerasan fisik. Menurut keterangan keluarganya, korban pernah menderita penyakit asma. Dia juga mengalami kecelakaan pada umur 16 tahun dan mengalami cedera pada bagian kepala. 
Indah, pernah mencoba bunuh diri pada tahun 2015, dengan cara terjun ke sumur. Tapi, Iswanti menghentikannya. Pada saat itu, diduga kuat korban mengalami depresi dan ingin mengakhiri hidupnya. 
Kepolisian, yang mengecek hape korban, menemukan percakapan dengan seorang pria. Dalam percakapan itu, korban menyatakan kecewa dengan kehidupan, dan berniat mengakhiri hidupnya. Setelah pemeriksaan kepolisian, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi jenazah korban.
“Petugas memeriksa saksi, memeriksa jenazah dibantu oleh Puskesmas Turen. Selain itu, pihak keluarga menolak otopsi, dan memberi surat pernyataan tentang penolakan otopsi ini,” tutup Farid. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...