Hape Empat Aremania Nganjuk Dirampas


 
MALANG – Empat remaja Nganjuk suporter Arema FC menjadi korban kejahatan. Saat hendak menonton Singo Edan bermain melawan Persela Lamongan di Stadion Gajayana kemarin, empat remaja ini didatangi dua orang yang menuduh mereka mencuri hape. 
Mereka dibawa ke Jalan Mangun Sarkoro, Kelurahan Jodipan, Blimbing, lalu empat hapenya diambil. Empat remaja itu adalah Huda, 16, Ozik, 14, Tegar, 13, dan Kevin, 12, semuanya berasal dari Dusun Banjarsari RT01 RW03, Desa Sidorejo, Sawahan-Nganjuk. Dari informasi yang dihimpun, empat Aremania licek itu berangkat ke Malang dengan kereta api pukul 12.00, Sabtu (20/1).  “Sekitar jam 13.00, mereka tiba di Stasiun Kota Baru, lalu berangkat langsung ke Stadion Gajayana,” kata Febri Hadi Kusuma, famili salah satu korban.
Sekitar satu jam kemudian, mereka didatangi oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor matic.
“Mereka ini oknum karena mengenakan jersey suporter,” ungkap pemuda berusia 29 tahun  ini kepada Malang Post.
Oknum yang menyamar menjadi Aremania itu, lalu menuduh keempat remaja ini telah mencuri hape dan memukul adik oknum. Dua pelaku lalu menantang keempat remaja untuk membuktikan bahwa mereka tidak mencuri dan melakukan pemukulan. 
Pelaku mengajak empat remaja, bertemu dengan adik pelaku. Karena tidak merasa salah, keempat remaja setuju lalu menaiki dua motor, masing-masing berboncengan tiga. Mereka dibawa ke Jalan Mangun Sarkoro dekat rel kereta api. 
“Setibanya di sana, ternyata ada teman-teman pelaku yang sudah menunggu. Mereka lalu meminta hape dari anak-anak ini, dan bilang itu adalah barang jaminan yang disita agar tidak kabur. Pelaku bilang mau memanggil adiknya yang katanya dipukul empat anak ini,” tandas Febri.
Tapi, ternyata para pelaku tidak kembali. Setelah 5 menit, empat remaja ini sadar bahwa mereka sudah menjadi korban penipuan. Empat hape mereka yang disita, adalah Samsung J1, Redmi Note 4, Redmi 4X dan Oppo A37. 
Mereka sempat berupaya mencari para pelaku di gang-gang Jalan Mangun Sarkoro namun tak membuahkan hasil. Putus asa, mereka akhirnya mencari angkot yang melewati kantor polisi. Ternyata, angkot tersebut mengantar empat remaja ke Polsek Kedungkandang. 
“Setibanya di Polsek Kedungkandang, mereka diarahkan melapor ke Polres Malang Kota (Makota),” kata Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni. Dari Polres Makota, empat remaja Aremania itu berjalan kaki lagi ke Stadion Gajayana untuk menonton Arema. 
Saat menonton di tribun ekonomi, empat remaja itu dipanggil oleh panpel lewat pengeras suara. Ternyata, Aremania bernama Saiful, ingin menjaga mereka sampai keluarga empat korban ini, datang dari Nganjuk.
Empat Aremania Nganjuk itu ditempatkan di tribun VIP selama pertandingan. Setelah laga selesai, Saiful juga mengajak empat remaja ini untuk makan di Ayam Goreng Tenes. Setelah makan, sekitar pukul 11, keluarga menjemput empat anak itu, dan diungsikan sementara di rumah Febri daerah Bakalan Krajan.
Pagi hari kemarin, Lurah Sawahan, Nganjuk Sutriono menjemput empat warganya tersebut dan dibawa pulang sekitar pukul 09.00 WIB. Dari keterangan para korban, pelaku adalah orang dewasa, dengan perawakan besar dan wajah brewok. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...