Bayi Dibuang di Teras Musala

 
MALANG – Pak tolong kuburkan anak saya. Terima kasih banyak. Begitulah bunyi pesan yang tertulis pada selembar kertas. Pesan tersebut ditemukan dekat mayat bayi yang sengaja dibuang oleh ibunya di teras depan Musala Al Amin, Dusun Aran-aran, Desa Sumberejo, Poncokusumo, pagi kemarin.
Bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut diberi nama Muhamad Reza Aditama. Namanya, diketahui karena tertulis pada bagian atas pesan yang sengaja dibuat oleh ibu kandungnya. Ketika ditemukan, mayat bayi itu diperkirakan baru berusia dua hari, sebab tali pusarnya masih ada.
“Menurut keterangan bidan desa, usianya sekitar sehari dua malam. Bayi itu lahir seperti dipaksa karena belum cukup umur. Termasuk masih ada yang tertinggal dalam rahim ibunya,” jelas Kanitreskrim Polsek Poncokusumo, Aiptu Andik Risdianto.
Belum diketahui pasti penyebab kematian bayi malang tersebut. Polisi masih menyelidikinya sekaligus menunggu hasil visum di kamar mayat RSSA Malang. Petugas juga sedang mencari informasi, siapa warga sekitar yang baru saja melahirkan.
“Beberapa saksi sudah kami mintai keterangan. Kasus pembuangan bayi ini, akan terus kami selidiki siapa orangtua yang tega membuang bayinya,” ujarnya.
Peristiwa yang sempat menggemparkan warga sekitar ini, terjadi saat subuh. Saksinya M Sodik, 50, modin setempat dan M Kuzaini, 30, warga sekitar ketika hendak salat Subuh. Ketika hendak masuk ke dalam Musala, saksi curiga dengan benda yang tertutupi kain handuk kecil warna putih.
Lantaran ingin mengetahui apa benda tersebut, keduanya lantas membukanya. Saat itulah diketahui kalau ternyata mayat bayi berjenis kelamin laki-laki. Di bawah handuk itu, juga ada secarik kertas putih.
“Tadi saya kira handuk warga yang tertinggal. Tidak tahunya untuk menutupi bayi,” tutur M Sodik kepada petugas.
Karena tidak ingin dituduh macam-macam, saksi kemudian memberitahukan penemuan bayi itu ke warga sekitar dan perangkat desa. Kemudian meneruskannya dengan melapor ke petugas Polsek Poncokusumo.
Polisi yang mendapat laporan segera datang ke lokasi. Selanjutnya memasang garis polisi dan mengevakuasi jenazah bayi itu untuk dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.(agp/jon)

Berita Lainnya :