Hamili Gadis, Sempat Buron Empat Bulan

 
MALANG – Jangan obral janji kalau tidak mau bertanggungjawab. Risikonya pun, harus berurusan dengan polisi. Seperti yang dialami Muki, 38, warga Dusun Sumberwaluh, Desa Pringgodani, Kecamatan Bantur ini. Sejak akhir pekan lalu ia harus meringkuk dalam Mapolsek Bantur, karena ingkar janji.
Ia dibekuk petugas Reskrim Polsek Bantur di Pantai Balekambang, setelah selama empat bulan buron. Sebelumnya, Muki dilaporkan oleh Sanuri, 51, warga Dusun Bantur Timur, Desa/Kecamatan Bantur. Korban melapor karena diancam dengan senjata pancor, saat menagih janji.
“Tersangka mengakui perbuatannya. Barang bukti yang kami amankan adalah sebilah senjata tajam jenis monteng, yang digunakan mengancam korban,” terang Kanitreskrim Polsek Bantur, Ipda Sigit Hernadi.
Ceritanya, Muki ini berpacaran dengan Bunga (nama samaran). Bunga adalah anak dari Sanuri. Selama menjalin hubungan asmara, Muki mengajak Bunga untuk melakukan hubungan intim. Bunga sempat menolak, namun karena dipaksa dan dijanjikan akan dinikahi akhirnya pasrah.
Bulan Oktober 2017, Bunga diketahui sedang hamil empat bulan. Bunga yang takut dengan kehamilannya, lantas meminta Muki untuk bertanggungjawab. Bunga menagih janji yang pernah diutarakan. Tetapi, tersangka Muki hanya cuek dan terus mengobral janji saja.
Akhirnya pada 22 Oktober, Sanuri, yang tidak terima dengan kehamilan anaknya, mendatangi rumah Mukrim, kakak Muki di Dusun Krajan, Desa Bandungrejo, Bantur. Niatannya adalah untuk berunding dan meminta pertanggungjawaban tersangka, atas kehamilan Bunga.
Bukannya mengakui kesalahan, namun tersangka Muki malah menolak dan marah-marah. Dia lantas mengambil senjata monteng untuk menantang Sanuri duel. Muki mengancam akan menghabisi nyawa Sanuri jika tidak segera pergi.
Lantaran tidak ingin ramai, Sanuri pulang dan melaporkannya ke petugas Polsek Bantur. Berdasarkan laporan itulah, akhirnya petugas memburu Muki dan berhasil menangkapnya.“Saya hanya khilaf saja saat itu,” jawab tersangka Muki singkat.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :