Pulang Antar Suami, Tewas Nabrak Pohon

 
MALANG - Ika Catur Wulandari, 38 tahun, warga Jalan Wendit Utara, Kecamatan Pakis, tewas setelah menabrak pohon di sekitar Rumah Makan KDS, kompleks perumahan Araya. Diduga karena gas ‘mbandang’, dia akhirnya menabrak pohon dengan luka parah di bagian sekitar kepala. Sekitar pukul 05.45, korban baru saja pulang mengantar suaminya ke Terminal Arjosari yang hendak pergi ke Surabaya untuk bekerja.
“Kemudian, korban terburu-buru segera sampai rumah untuk mengantarkan kedua anaknya pergi sekolah,” ujar Agus Demit, salah satu tim yang mengevakuasi korban.
Agus Demit menjelaskan, korban berjalan dari arah utara ke selatan dengan menggunakan sepeda motor astrea nopol N 6598 GJ. Ketika berada di TKP, tanpa disadari ada polisi tidur. Akibat kurang hati-hati dan terburu-buru, korban berusaha melewati polisi tidur tersebut dengan kencang, sehingga gas motornya ‘mbandang’.  Akibatnya, motor tersebut melaju semakin kencang sehingga naik ke trotoar dan menabrak pohon. 
“Kondisi wajahnya sebagian rusak, kedua telinga mengeluarkan darah. Tubuhnya utuh. Bagian kaca helm juga pecah. Korban langsung meninggal di tempat dan langsung kami bawa ke Kamar Mayat RSSA,” terang dia.
Sementara itu, Indra Purwanto, 60 tahun,, paman korban yang tinggal di Singosari mengatakan, Minggu (16/7) dirinya baru saja bertemu dan bergurau bersama keponakannya tersebut. 
“Dia juga masih sempat belanja dengan istri saya. Kami kemarin sedang kumpul keluarga di Sekarpuro,” imbuh dia.
Kemudian, ia juga mengatakan ada hal yang aneh ketika bertemu korban kemarin.
“Dia tumben sekali bilang kalau dia sayang sama suaminya dan merasa kasihan sekali sama suaminya,” papar Indra kepada Malang Post.
Indra yang merasa aneh, kemudian lalu bertanya apa maksud dari ucapan Ika tersebut.
“Dia cuman bilang tidak apa-apa, ya cuman kasihan saja,” imbuh dia.
Dikatakan Indra, suami korban merupakan salah satu karyawan UPN, Surabaya. Seminggu sekali dia pulang untuk melihat istri dan kedua anaknya. 
“Anaknya yang pertama masih kelas empat SD, yang kecil baru masuk SD. Ketika dikabari Ika meninggal, dia langsung kembali lagi ke Malang. Setelah ini, kami akan langsung bawa jenasah Ika pulang untuk segera dimakamkan,” pungkas dia.(mg16/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :