Pencuri Motor di Sukun Ditembak Mati

 
MALANG - Pelaku pencurian kendaraan bermotor lagi-lagi berhasil diungkap oleh pihak kepolisian. Kali ini, M.Ali Fateh, 37 tahun, warga Lumajang menjadi sasaran timah panas petugas lantaran berusaha melawan ketika akan ditangkap. Seketika, ia langsung tewas. Waka Polres Malang Kota, Kompol Nandu Dyanata mengatakan pencurian motor tersebut terjadi pada Minggu (16/7) sekitar pukul 20.00. 
“Lokasinya di area parkir warnet Jayanet, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Seketika itu, korban yang berasal dari NTT langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sukun,” terang dia.
Sepeda motor beat hitam yang dipinjam korban melalui sebuah rental, ternyata sudah dipasangi GPS. Sehingga, pihak kepolisian tidak terlalu kesulitan dalam menemukan posisi pelaku. 
“Ketika itu, petugas kami langsung melakukan koordinasi dan langsung melakukan pengejaran. Posisi pelaku sudah ada di Lumajang,” jelas dia.
Nandu juga menjelaskan, ketika berhasil ditemukan oleh petugas, pelaku tidak sendiri. “Dia bersama dengan temannya. Namun, ia melarikan diri. Sehingga pelaku sendirian berhadapan dengan petugas,” imbuh dia.
Di sekitar TKP penangkapan, pelaku dihadang oleh empat petugas kepolisian. Merasa terancam, berusaha melakukan perlawanan dengan mengeluarkan sangkur. “Petugas kemudian memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali. Tapi tidak dihiraukan dan tetap berusaha melawan. Demi keselamatan petugas, akhirnya mereka melakukan tindakan tegas,” tukas dia. Pelaku kemudian diberi timah panas oleh petugas. 
Berdasarkan hasil forensik, pelaku mengalami luka pada bagian leher dan pinggang belakang. “Pelaku seketika langsung tewas di lokasi penangkapan,” papar Nandu.
Selain barang bukti berupa motor, petugas juga mengamankan barang bukti lain berupa kunci T, obeng, tang dan STNK yang diduga hasil pencurian. Selain itu, ada juga sebuah alat yang menyerupai bong yang turut diamankan petugas. 
“Diperkirakan, pelaku juga menggunakan narkoba,” ujar Nandu.
Nandu menambahkan, pelaku merupakan sindikat pencurian kendaraan bermotor. Selain itu, dikatakan Nandu, pelaku juga seorang residivis. 
“Tahun 2009 pernah ditahan, kemudian pada tahun 2010 keluar. Tahun ini dia juga DPO Kejaksaan Lumajang kasus narkoba, karena yang bersangkutan melarikan diri ketika sidang,” beber dia.(mg16/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :