magista scarpe da calcio Peternak Lele Jual Ribuan Pil Dobel L


Peternak Lele Jual Ribuan Pil Dobel L

 
MALANG – Mungkin Agung Afrianto, 29 tahun, warga Jalan Binor, Bunul Blimbing, agak bingung dalam melaksanakan pekerjaan hariannya. Jika biasanya dia berternak ikan lele, maka hari Sabtu (14/7) lalu dia berjualan pil lele, alias dobel L. Tak heran, Agung langsung digelandang Polsek Blimbing setelah mencoba pekerjaan ilegal ini. Sekarang, Agung mengerat jeruji penjara dan menunggu ganjaran dari perbuatannya. Kanit Reskrim Polsek Blimbing, Iptu Yoyok Ucuk menjelaskan Agung menjual ribuan pil lele atau dobel L yang masuk daftar G. 
“Kurang lebih, dia membawa sekitar 7000 butir dobel L daftar G saat diamankan empat personel kita di lapangan hari Sabtu lalu,” kata Ucuk kepada wartawan di Polsek Blimbing, siang kemarin.
Hari Sabtu lalu, Polsek Blimbing sudah meluncurkan empat personel untuk mengintai keberadaan Agung di Jalan Binor Bunul. Sebab, berdasarkan laporan masyarakat, daerah Bunul diresahkan dengan adanya pengedar pil koplo. Lewat laporan ini, polisi langsung melakukan pengintaian dan akhirnya mengerucut pada Agung.
Pukul 21.00 WIB di Jalan Binor, Agung diamankan oleh empat personel polisi. “Bahkan, saat diamankan, dia sempat melakukan perlawanan dan membuat seorang petugas luka ringan,” kata Ucuk. 
Saat diperiksa, Agung masih mengelak dan berusaha melarikan diri. Namun, ketika jok kendaraannya digeledah, Agung langsung lemas.
Karena, 7000 butir pil lele disimpan di dalam sepeda motornya. Dari pengakuan tersangka, Polsek Blimbing mendapat informasi bahwa Agung sudah empat kali melakukan transaksi dobel L. Harga pil koplo ini pun terhitung sangat murah. Yaitu, Rp 1000 per butir, dengan paket pembelian minimal Rp 10 ribu per 10 butir.
Dengan mudahnya transaksi dobel L ini, Polsek Blimbing meminta masyarakat tidak tergoda. Karena, siapapun yang kedapatan membawa atau terlibat dalam transaksi, akan langsung dikenakan pasal. Lihat saja Agung. Walaupun belum pernah masuk penjara, ia langsung dikenakan pasal 196 atau 197 UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.
“Maksimal hukumannya 15 tahun. Sekarang kita sedang sidik untuk memburu DPO yang menjadi penyuplai tersangka. Rencananya, dia menjual kepada seseorang dengan usia dewasa di lokasi penangkapan. Tapi, dia juga menjual dobel L ke remaja atau pelajar, ini yang bahaya,” tutup Ucuk.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :