Desember Tunangan, Cinta Anggit dan Rama Kandas Bulan Januari


MALANG – Sungguh tragis kisah cinta Rama Dian Ashari, 27 tahun dan Anggit Brilliani Hanifah, 27 tahun. Pasangan alumnus MAN 3 Malang ini, berencana menikah bulan April 2018. Tapi cinta mereka kandas, pasangan ini mengalami musibah. Anggit tewas dilindas bus di Jalan Tlogomas, depan lokasi Apartemen  Begawan Kota Malang, Selasa (23/1).
Ya, jodoh dan maut memang menjadi hak dan kuasa Tuhan. Rama tercatat sebagai warga Bumi Asri Sengkaling RT 03 RW 09 Dadaprejo Batu. Sedangkan calon istrinya, Anggit adalah warga Jl. A. Yani 64 Margomulyo Ngawi. Dalam tragedi itu Rama selamat, namun tangannya tak bisa digerakkan alias mati rasa.
Pemuda itu hanya bisa menangis, begitu tahu nyawa calon istrinya sudah terenggut. Jasad Anggit, dibungkus kantung jenazah warna hitam. Berakhir sudah, kisah asmara mereka, yang terjalin kurang lebih empat tahun.
“Kasihan, padahal keduanya akan melangsungkan pernikahan. Tapi memang garis jodoh mereka hanya sampai di sini,” ungkap sahabat karib Rama, Rifki Ahmad.
Ia mengatakan bahwa keduanya juga telah melangsungkan pertunangan pada tgl 17 Desember 2017. Keduanya berencanya melangsungkan pernikahan pada bulan April 2018. Sama-sama menjadi alumnus MAN 3 Malang. Rama adalah sarjana Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknik UMM Malang, bekerja Sebagai Teknisi di RS UMM.
Sedangkan Anggit S.1 Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang, sedang menempuh S2 Fakultas Hukum UB Malang dan magang sebagai notaris. Pagi sekitar pukul 07.00, Rama menjalankan tugas rutin. Ia mengantar Anggit menuju tempat magang kerja sebagai notaris di Jalan Mayjen Panjaitan. Mereka menaiki motor Vario nopol N 5322 M.
Namun ketika sampai pada kawasan Jalan Raya Tlogomas, ada bus pariwisata Surya Putra Nopol D 7645 AN. Bus itu dikemudikan oleh Dadang Dimyati, 49 tahun warga Jl Sekelimus 12 Batu Nunggal Kota Bandung, membawa rombongan siswa SMP Cikarang. Motor Vario dan bus, sama-sama dari arah barat, hendak menuju Kota Malang. Rama kemudian, berusaha mendahului Bus Surya Putra bernopol D 7645 AN dari sebelah kiri.
Saat masuk di lajur kiri, Rama tiba-tiba mengerem secara mendadak. Sebab ada salah satu ranting pohon yang sedikit menjorok ke jalan raya. Rama pun akhirnya kehilangan keseimbangan. Motor ambruk, Rama dan Anggit terlempar ke sebelah kanan. Langsung disambut Bus Surya Putra.
Tubuh Rama terbentur badan bus. Nahas bagi Anggit, tubuhnya masuk ke kolong bus. Tepat di roda belakang bagian kiri, yang kemudian menggilas kepala Anggit. Menurut keterangan saksi, helm Anggit terlepas ketika ia terjatuh hingga akhirnya masuk kolong bus.
“Jadi memang kencang sekali lajunya namun mengerem mendadak. Kemungkinan menggunakan rem depan dan akhirnya motornya oleng dan jatuh,” ungkap Suwaji pemilik toko kelontong di sekitar lokasi.
Anggit meninggal di tempat. Rama terluka dan bagian tangannya mati rasa. Tak butuh waktu lama, warga berkerumun di lokasi. Mengamankan tempat kejadian perkara dan segera menghubungi Unit Laka Satlantas Makota dan ambulans.
Rama segera dilarikan ke RS UMM tempatnya bekerja sebagai teknisi. Sedangkan Anggit dilarikan ke Kamar Jenazah RSSA. Tak selang beberapa lama, Unit Laka Satlantas Makota juga datang menyusul dan segera melakukan olah TKP. Sekaligus mengamankan sopir bus serta barang bukti yang ada di TKP.

Berita Lainnya :