Kantor An Nur 3 Hangus Terbakar


MALANG - Kantor Madrasah Aliyah An Nur 3 di kompleks ponpes Jalan Raya Bululawang, desa Bululawang disantap si jago merah, dini hari . Api menghanguskan peralatan elektronik sekolah, ATK serta berkas-berkas santri.
Akibatnya, MA An Nur 3 disinyalir mengalami kerugian dengan estimasi antara ratusan juta hingga mendekati Rp 1 miliar. Dari keterangan yang dihimpun, sekitar pukul 02.00, dua santri jaga bernama Djoko Pianto, 25, dan Miftahul Amin, 24, menjalankan tugas malam.
Saat melewati kantor Tata Usaha MA An Nur 3, mereka melihat asap dan api yang muncul dari dalam ruangan. Tanpa pikir panjang, mereka langsung melapor ke guru dan pengelola ponpes tentang api tersebut.
Pihak pengelola menghubungi Polsek Bululawang untuk meminta bantuan. Kobaran asap membuat penghuni ponpes terbangun. Setelah membakar ruang TU, api menjalar ke ruang guru dan kepala sekolah.
Api kian membara karena belakangan diketahui bahwa banyak barang mudah terbakar yang tersimpan di tiga ruang yang berada dalam satu bangunan ini. Alat elektronik yang hangus, diantaranya tiga  unit komputer, tiga unit printer, dua buah laptop serta TV LCD 32 inci.
Lalu, meja kursi tiga set, almari berkas guru, almari piala, kursi tamu serta meja kursi guru dan tempat dokumen adalah alat tulis kantor (ATK) yang dilalap api. Tidak hanya itu, berkas-berkas penting juga ikut menjadi abu.
Yakni, seragam siswa dan sarung lengkap, uang tunai di ruang kepsek, buku LKS, ijazah mulai tahun 1980 sampai 2017 yang belum diambil, berkas persiapan Ujian Nasional 2018, berkas akreditasi 2016, buku induk siswa mulai 1971 sampai 2018, berkas administrasi sub rayon dan anggota serta raport persiapan.
Tak lama setelah kebakaran dilaporkan, kurang lebih lima menit, Polsek Bululawang tiba di lokasi bersama satu unit pemadam dari PG Krebet. Melihat parahnya kebakaran, polisi juga sudah menghubungi dua unit pemadam Kabupaten Malang tiba di lokasi 10 menit setelah menerima laporan.
“Kita menghadirkan dua unit pemadam, dibantu satu pemadam PG Krebet,” kata Khusaini Kasi Penanggulangan Bencana Kebakaran, Satpol PP Kabupaten Malang, dikonfirmasi. Upaya pemadaman langsung dilakukan.
Selama kurang lebih 45 menit, para pemadam dibantu santri dan polisi, gotong royong menyiramkan air ke area yang diamuk kobaran si jago merah. Hingga akhirnya, api surut pukul 03.00.
Usai memadamkan api, para petugas PMK melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang muncul di lokasi kebakaran An Nur 3. Penyebab kebakaran belum bisa ditentukan secara pasti oleh petugas kepolisian.
Karena itu, Polsek Bululawang mendatangkan tim Labfor Polda Jatim yang melakukan olah TKP dan identifikasi penyebab utama munculnya kebakaran. Namun demikian, dugaan kuat adalah korsleting listrik pada alat komputer yang tidak pernah dimatikan di ruang TU.
Kapolsek Bululawang Kompol Supari dikonfirmasi mengatakan area yang terbakar sejatinya adalah tempat sementara penyimpanan berkas karena ada gedung yang sedang dalam proses renovasi membangun lantai 3.
Kepala MA An Nur 3, H Mursidi kepada wartawan mengatakan beberapa yang terbakar antara lain puluhan ijazah dari tahun 1980 sampai sekarang. Dia menolak memberi keterangan lebih jauh soal kebakaran dan meninggalkan lokasi. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :