Remaja Tersetrum Sampai Tewas


MALANG - Akibat tidak hati-hati saat melepas lampu, Rahaf Umia Ulfa, 13, warga Dusun Krajan RT12 RW01 Desa Sepanjang, Gondanglegi tersengat listrik. Ulfa terlentang di depan rumahnya sendiri dalam kondisi tak bernyawa.
Dia ditemukan tergeletak di dekat rak bensin di depan warung Jalan Singajaya RT 07 RW 03 Putat Kidul yang biasa menjadi tempat jualan orang tuanya. Dari data yang dikumpulkan, Ulfa diprediksi meninggal tersengat listrik sekitar pukul 04.30.
Saksi sekaligus ayah korban, Andik Arifin 34 tahun adalah orang pertama yang mengetahui putrinya tak sadarkan diri di depan rumah. Sekitar pukul 05.00, Andik hendak membuka warung nasinya seperti biasa.
Tapi, dia kaget ketika keluar rumah. Andik terkejut menatap sesosok orang yang sedang terlentang di dekat rak bensin. Dia semakin panik karena tahu ternyata sosok yang terkulai itu adalah putrinya. Melihat anaknya tergeletak, dia berusaha membangunkan anaknya tapi tak ada jawaban.
Akhirnya dia memanggil bidan desa bernama Hermin untuk memeriksa keadaan anaknya. Polsek Gondanglegi juga menerima laporan ini dan langsung merapat ke TKP. Bidan yang melakukan pemeriksaan memastikan Ulfa sudah tidak lagi bernapas. Detak jantungnya berhenti.
Panit Reskrim,  Ipda Heriyani menyebut korban diprediksi tersengat listrik sekitar pukul 04.30. "Diduga kejadian pukul 04. 30 WIB. pukul 05.00 tidak ada orang lain di sekitar TKP. Korban kali pertama ditemukan ayahnya," ungkap Heriyani .
Dari kronologi yang disusun, sekitar pukul 04.30 korban keluar rumah dalam cuaca gerimis. Ulfa yang pelajar SMP berupaya mematikan serta melepas lampu di rak bensin yang ada di depan warung nasi orangtuanya. Diduga kuat dia berupaya melepas lampu tersebut dengan tangan kosong.
Ketika berupaya melepas bola lampu dari penjepitnya, Ulfa diduga tersengat listrik akibat korsleting karena terkena percikan air. Tangan kanan korban terdapat luka hangus yang diduga menjadi bagian tubuh pertama yang teraliri listrik dari kabel stop kontak lampu itu.
Pihak keluarga sendiri menyadari bahwa apa yang dialami oleh Ulfa adalah musibah. Sehingga petugas kepolisian yang tiba di lokasi tidak diperkenankan membawa jenazah korban ke KM RSSA Malang untuk dilakukan otopsi.
Polisi yang datang tetap melakukan olah TKP dan identifikasi korban. Polisi menyita satu lampu neon tornado merek Phillips, jepitan lampu serta kabel sepanjang dua meter. Polisi juga meminta keterangan dari para saksi.
Terkait penolakan otopsi, polisi menerima surat dari pihak keluarga. Yakni surat permohonan untuk tidak dilakukan otopsi. Polsek Gondanglegi ikut membantu dan menghadiri pemakaman jenazah korban di TPU setempat. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :