Tyran Meletus, Camat Kepanjen Dilarikan ke RSUD

 
MALANG – Acara Gerakan Pengendalian Hama Tikus di Desa Jenggolo, Kepanjen yang seharusnya berjalan lancar,  menjadi gempar, kemarin siang. Bahkan akibat kegiatan tersebut, Camat Kepanjen, Abai Saleh, harus dilarikan ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen. 
Tiga jari tangan kanannya mengalami robek setelah Tyran (alat pembasmi tikus) yang dipegangnya meletus. Karena lukanya cukup serius, terpaksa harus menjalani operasi.
“Seperti mengalami luka bakar. Namun ada salah satu jarinya yang robek, hingga harus dioperasi. Yang terluka adalah ibu jari, telunjuk serta jari tengah tangan kanan,” terang Muji Slamet, Petugas Organisme Pengganggu Tanaman Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang.
Muji Slamet ini, adalah salah satu saksi mata yang mengetahui langsung kejadian yang menimpa Abai Saleh. Diacara Gerakan Pengendalian Hama Tikus di Desa Jenggolo, Kepanjen, Abai Saleh terus didampingi oleh Muji. 
“Pak Camat berdua terus sama saya. Makanya saya terus menunggui sampai operasinya selesai,” ujar Muji, kepada Malang Post ketika ditemui di ruang tunggu kamar operasi RSUD Kanjuruhan Kepanjen.
Kegiatan Gerakan Pengendalian Hama Tikus tersebut, diikuti sekitar 50 petani padi wilayah Kecamatan Kepanjen. Acara dihadiri oleh Camat Kepanjen serta Muspika dan perangkat desa. Kegiatan dimulai pukul 07.30, dengan rencana membasmi tikus pada sawah seluas sekitar 10 hektare.
Pembasmian tikus menggunakan alat Tyran, yang terbuat dari bahan belerang. Caranya dengan dibakar, selanjutnya asap yang keluar dimasukkan ke dalam lubang-lubang yang menjadi sarang tikus.
“Untuk memakai Tyran ada alat safetynya. Tadi safety sudah digunakan dengan baik,” tuturnya.
Beberapa kali pemakaian Tyran tidak terjadi apa-apa. Baru ketika hampir selesai, tiba-tiba Tyran yang dipegang oleh Abai Saleh meletus setelah dinyalakan. Letusan api tersebut mengenai tiga jari tangan kanannya.
Abai langsung berteriak kesakitan. Namun kondisinya masih sadar dan tidak sampai terjatuh. Muji Slamet serta beberapa orang yang melihat, langsung menolong. Karena lukanya terlihat serius dan mengeluarkan darah, langsung dilarikan ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Siang harinya sekitar pukul 13.15, Abai Saleh dibawa ke kamar operasi karena luka robeknya cukup serius. 
“Pak Camat orangnya kuat. Dia spontan hanya berteriak aduh sembari memegangi tangannya,” ucapnya.
Kejadian ini, lanjutnya sebenarnya bukan yang kali pertama. Sekitar 2016 lalu juga pernah kejadian serupa. Dan anehnya, peristiwanya sama-sama terjadi pada hari Rabu Wage.
“Saya mendapat kabar ketika Pak Camat sudah dibawa ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Kalau kronologis seperti apa, saya tidak mengetahui,” sambung Kapolsek Kepanjen, Kompol Bindriyo.(agp/mar/jon)

Berita Lainnya :