Rebutan Air Sawah, Tetangga ‘Dicangkul’

GONDANGLEGI – Lagi. Gara-gara rebutan air pengairah sawah bersimbah darah. H. Tamin, 97, warga asal Dusun Sonokembang Desa Sepanjang Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang kalap memukulkan gagang cangkul ke wajah Sidin, 62, tetangganya. Akibatnya, korban mengalami luka memar dan pelipisnya kiri di bawah matanya, mengucurkan darah segar.
 Kejadian yang terjadi pada Senin (17/7) pukul 19.15 ini kini dalam proses penyelidikan Polsek Gondanglegi.
“Memang benar telah terjadi penganiyaan dikarenakan rebutan air pengairan sawah. Namun karena kesalahpahaman terjadilah cek-cok dan berakhir dengan penganiayaan pelaku terhadap korban,” ujar Kanit Reskrim Polsek Gondanglegi Ipda Heriyani S kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskan Heriyani, malam itu korban pergi ke sawahnya untuk mengaliri sawahnya. Ketika  korban sedang mengaliri sawah, tiba-tiba pelaku datang sambil marah-marah. Sampai  pelaku mengeluarkan kata-kata tidak sepantasnya yang ditujukan pada korban. Meski kata-kata pelaku pedas, tapi korban tidak terpancing emosinya. Malah korban memberikan penjelasan kepada pelaku. ‘’Saya sudah memberi tahumu, kamu juga sudah aku kasih uang,’’ ungkap korban saat itu.
Mendengar jawaban korban, pelaku justru tidak terima. Kemudian pelaku mendekati korban sembari membawa cangkul. Karena tersulut emosinya, pelaku spontan mengayunkan pegangan cangkul  ke wajah korban. Sontak korban yang tidak sempat menghindar langsung terjengkang. Pelipisnya memar dan mengucurkan darah segar. 
“Sesaat setelah kejadian tersebut, korban yang tidak terima dengan pelaku langsung melaporkan ke Bhabinkamtibnas di kantor desa kemudian diteruskan ke Polsek Gondanglegi. Sekitar pukul 23.00 pihak kepolisian langsung mengamankan pelaku,” terang Heriyani.
Hingga kemarin, petugas masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari pihak pelaku dan korban. Pasalnya usia pelaku dan korban sudah berumur, pihak desa juga mengupayakan penyelesaian dengan jalur damai. 
“Kabarnya pihak korban sudah menerima surat pernyataan maaf dari pelaku. Namun kita masih menunggu konfirmasi dari korban dan pelaku. Jika pelaku sudah memberi pernyataan maaf secara tertuli,s kita tidak akan lanjutkan. Jika korban tetap tidak terima, kita akan tetap menjalankan secara hukum,” tegasnya.
Jika peristiwa penganiyaan tersebut tetap dilanjutkan, tersangka akan dijerat dengan pasal pidana 351, karena tindak penganiayaan dengan hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan penjara.(mg20/lim)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :