Rumah Tangga Buyar Akibat CLBK Teman Sekolah

 
MALANG – Janji suci satu hati sampai mati. Ah, betapa indahnya kata-kata ini, bila diucapkan saat hendak naik ke pelaminan. Sayang seribu sayang, ungkapan manis itu hanyalah kata belaka. Ronald 37 tahun warga Jengglong, Sukodadi, Wagir, diselingkuhi oleh Amel, 32 tahun warga Jamuran, Sukodadi, Wagir.
Amel menjalani Cinta Lama Bersemi Kembali (CLBK) dengan teman masa SMP. Awalnya, pernikahan Ronald dan Amel sungguh ideal. Mereka menikah di hadapan pemuka agama pada 9 Juni 2004 di Wagir. Mereka lalu mendaftarkan pernikahannya secara hukum pada 22 Juni 2004. Selama sepuluh tahun, mereka menikmati biduk rumah tangga harmonis.
Bahkan, satu anak cantik lahir pada September 2005, menambah haru romansa bahtera rumah tangga keduanya. Tapi, tiap bahtera cinta selalu diuji ombak besar. Setelah sepuluh tahun menikah, Amel mulai bertingkah aneh. Ronald sering kali bertengkar dengan Amel. Ronald mencurigai hati Amel sudah terbelah dan memiliki pria lain.
Sampai-sampai hubungan ranjang mereka terganggu. Ronald sebagai pria, tentu sangat tersiksa dan merasa emosi. Dua bulan lamanya, Ronald dipaksa ‘berpuasa’ sampai kepalanya pusing. Tak tahan dengan kehidupan rumah tangga yang hambar, Ronald akhirnya menginterogasi Amel. Saat dipaksa mengakui, Amel akhirnya bicara.
Cintanya zaman SMP kembali menghantui Amel. Ironisnya, Ronald kenal dengan pria yang menjadi selingkuhan Amel. Tak heran, Amel yang sudah tertangkap basah, hanya bisa pasrah ketika Ronald mengajak si selingkuhan face to face. Setelah insiden ini, Ronald tak mau lagi menyentuh Amel.
Tiga tahun lamanya, mulai 2014 sampai 2017, Ronald pisah rumah dengan Amel. Akhirnya, pada Oktober 2017 lalu, Ronald mengajukan gugatan cerai terhadap Amel di PN Kepanjen. Amel tidak pernah datang dalam persidangan. Sehingga, hakim langsung mengabulkan gugatan Ronald seluruhnya.
“Menyatakan tergugat telah dipanggil dengan patut tidak hadir. Mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya. Menyatakan perkawinan penggugat dan tergugat, putus karena perceraian,” kata Ketua Majelis Hakim PN Kepanjen, Haris Budiarso SH, MHum, didampingi hakim anggota Handry Argatama Elion SH SFil MH dan I.G.N.A Aryanta Era Winawan SH.(fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...