Tangan Camat Kepanjen Terima 36 Jahitan

 
MALANG - Kondisi kesehatan Camat Kepanjen Abai Saleh, sudah mulai membaik. Pasca operasi, ia menjalani perawatan di ruang Hasanudin kamar nomor 1 RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Kemarin ketika Malang Post menjenguk, wajahnya sudah tampak ceria, meskipun harus butuh waktu sekitar sepekan untuk istirahat. 
"Kalau keterangan dokter, proses penyembuhannya sekitar satu minggu. Tetapi semoga saja bisa cepat sembuh," ujar Abai Saleh. 
Abai Saleh harus menjalani rawat inap, setelah menjalani operasi di jari tangan kanannya. Total ada 36 jahitan akibat ledakan Tyran (alat pembasmi tikus). Rinciannya ibu jari mendapat 20 jahitan, telunjuk 9 jahitan, jari manis 2 jahitan, jari kelingking 2 jahitan dan pergelangan tangan ada 3 jahitan. 
"Yang paling parah jari jempol dan telunjuk. Kulit dan daging jari telunjuk sampai terkelupas. Rabu (24/1) selesai operasi pukul 16.00," tuturnya. 
Diceritakannya, bukan sekali saja Abai Saleh melakukan pembasmian hama tikus di sawah bersama dengan kelompok tani. Rabu lalu, kebetulan acara pengendalian hama tikus dilakukan di Desa Jenggolo, Kepanjen. Daerah ini ada sekitar 25 hektare tanaman padi yang terancam gagal panen, karena serangan hama tikus. 
Kemudian untuk membasmi hama tikus, bersama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang, mengadakan acara pembasmian hama tikus. 
"Ada dua cara, yakni dengan menggunakan racun dan asap. Kalau racun kurang maksimal, makanya memakai asap dengan alat Tyran," jelasnya. 
Ada 10 lubang tempat persembunyian tikus, yang diberi asap oleh Abai Saleh. Lubang pertama sampai sembilan tidak ada masalah. Baru ketika lubang kesepuluh itulah, kejadian ledakan menimpa Abai Saleh. 
Setelah belerang dibakar dan dimasukkan ke dalam Tyran, Abai lantas memasukkan ujung Tyran ke dalam lubang. Begitu dimasukkan dan hanya selang hitungan detik, langsung meledak. Suara ledakan terdengar cukup keras sekali. 
Mungkin karena kaget dan belum menyadari apa yang terjadi, Abai spontan langsung tiarap. "Saya mengira ada yang menyalakan petasan di belakang saya. Makanya saya langsung menjatuhkan diri ke depan," terangnya. 
Setelah itu, ia melihat mata cincin yang dipakai dijari manis lepas. Dan ternyata jarinya terluka parah, hingga akhirnya meminta tolong. Selanjutnya Abai dilarikan ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen, untuk menjalani operasi. 
"Perkiraan saya, lubang ujung Tyran tertutup tanah ketika saya masukkan ke dalam lubang. Akibatnya asap tidak bisa keluar dan terjadi ledakan. Kejadiannya hanya hitungan detik, karena begitu cepat," jelasnya. 
Terkait dengan kejadian yang dialaminya, Abai sama sekali tidak mau menyalakan siapapun. Meskipun pada alat Tyran tersebut sudah dilengkapi dengan alat safety."Saya tidak menyalakan siapapun," katanya. 
Seperti diberitakan sebelumnya, Camat Kepanjen Abai Saleh harus dilarikan ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen, Rabu pagi lalu. Jari tangan kanannya mengalami luka parah setelah Tyran yang digunakan membasmi hama tikus meledak, ketika digunakan untik membasmi tikus di Desa Jenggolo, Kepanjen.(agp/jon/mar)

Berita Lainnya :