Desak Tangkap Pelaku Pengeroyokan

 
MALANG - Melalui Agus Salim Ghozali, SH, kuasa hukumnya, Galih Radika Putra, 20 tahun, warga Jalan Gadang VI Malang, mendesak Polsek Sumberpucung untuk segera menangkap para pelaku yang mengeroyoknya. Pasalnya sudah tujuh bulan, sejak dilaporkan pada bulan Juni 2017 lalu para pelaku masih berkeliaran. Korban khawatir jika tidak segera tertangkap, pelaku akan mengulanginya lagi. 
"Kami meminta supaya para pelaku segera tertangkap. Identitas mereka sudah jelas semua, tetapi mengapa pelaku utamanya kok belum ada yang tertangkap," ungkap Agus Salim Ghozali, dengan nada tegas. 
"Padahal dulu setelah ada laporan, para pelaku sempat diperiksa. Namun kenapa mereka tidak langsung dilakukan penahanan," tambahnya. 
Satu pelaku yang tertangkap atas nama Danang Prakoso bukanlah pelaku utama. Bahkan Danang, sebetulnya justru ikut melerai dan mengantarkan korban pulang, setelah menjadi korban pengeroyokan. 
"Terkait masalah ini, kami sudah mengirim surat ke Kapolres Malang dan Kapolda Jatim pada hari Senin lalu. Kami mendesak supaya kasus ini segera dituntaskan, karena korban ketakutan selama pelaku masih berkeliaran," tegas Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Timur Forum Organisasi Bantuan Hukum Indonesia (FOBHI). 
Dikatakannya, kelima pelaku utama pengeroyokan yang masih berkeliaran adalah Samudra, 22, Septian alias Menyun, 19, warga Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung. Kiki, 20, Dayan, 20 serta Uun Tahu Mercon, 20, warga Desa Ngebruk, Sumberpucung. 
Kronologisnya, pada 13 Juni 2017 sekitar pukul 22.00, korban sedang bermain play station (PS) di rumah neneknya di Dusun Kebonsari, Desa Ngebruk, Sumberpucung. Kemudian dihubungi oleh Dayan melalui BBM. Dayan meminta dijemput oleh korban, hingga akhirnya korban meminta dua temannya Joko dan Fadil untuk menjemput Dayan. 
Sedangkan korban menunggu di rumah neneknya dengan temannya Kampret. Kemudian selang beberapa menit, Dayan mengatakan kalau bensin habis dan meminta korban untuk menjemput. Korban pun dengan Kampret mendatangi rumah Dayan, namun yang bersangkutan tidak ada, sehingga kembali pulang. 
Tak lama kemudian, korban didatangi oleh Kiki salah satu pelaku yang mengatakan kalau korban dicari oleh Dayan. Akhirnya bersama dengan Kiki, korban menuju ke tempat Dayan. Sampai di simpang tiga Ngebruk depan toko Lilik, berhenti. 
Di tempat itu ternyata sudah ada Samudra dan para pelaku lainnya. Korban diminta untuk duduk dan meminta maaf. Karena merasa tidak pernah berbuat salah, korban menolak. Tetapi karena melihat kondisi para pelaku mabuk, korban akhirnya menuruti untuk meminta maaf. 
"Jadi cerita yang sebenarnya korban ini tidak ikut pesta minuman keras. Tetapi karena korban dipanggil para pelaku, dan kondisi para pelaku sudah mabuk," ungkapnya. 
Usai meminta maaf, para pelaku langsung memukuli korban. Kali pertama adalah Samudra, yang selanjutnya diikuti pelaku lainnya. Korban saat itu dipukuli dan diinjak-injak. Pengeroyokan baru berhenti setelah warga datang melerai dan mengusir. 
Selanjutnya, oleh para pelaku korban dibonceng dibawa ke Jalan Kauman Ngebruk. Di tempat sepi korban diturunkan dan kembali dikeroyok. Lagi-lagi oleh warga dilerai dan diusir. Akhirnya korban diajak ke perbatasan Dusun Kebonsari oleh para pelaku. 
Di tempat tersebut korban  diajak minum-minuman keras tetapi menolak. Korban minta diantarkan pulang, hingga akhirnya diantarkan oleh pelaku Dayan. Setiba di rumah neneknya, korban yang merasa pusing langsung tidur. 
Selang beberapa menit, para pelaku datang ke rumah korban. Mereka menggedor jendela kamar korban dan meminta korban keluar. Korban sempat menolak, namun para pelaku terus menggedor hingga korban yang merasa berisik keluar. 
Saat keluar, lagi-lagi korban dipukuli dengan kemujing, sapu serta bambu. Selanjutnya korban yang dalam keadaan tak berdaya, diculik dan dibawa para pelaku dekat pemandian kerbau. Di tempat ini korban kembali dipukuli hingga tak berdaya. 
Pengeroyokan baru berhenti setelah teman-teman korban datang. Selanjutnya korban diantarkan pulang. Dan kejadian pengeroyokan diadukan kepada orangtuanya yang selanjutnya dilaporkan ke Polsek Sumberpucung. 
"Selain dikeroyok, para pelaku ini juga menculik korban. Mereka juga mencuri helm merk INK milik korban," katanya. 
Lantas apa alasan para pelaku mengeroyok? Korban Galih, juga mengaku sama sekali tidak tahu alasannya."Kemungkinan mereka marah, karena sebelumnya kalah balapan motor dengan teman-teman saya," tutur Galih.(agp/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...