Pilih Damai, Laporan Dicabut


MALANG – Perselisihan antara H Tamin, 97 dengan Sidin, 62, tetangganya berakhir damai. Kedua warga Dusun Sonokembang, Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi ini,  saling memaafkan dan memilih menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Laporan penganiayaan korban ke Polsek Gondanglegi pun, sudah dicabut.

“Sudah diselesaikan di tingkat desa, bersama tiga pilar. Dengan begitu kasus penganiayaan sudah berhenti. Apalagi laporannya juga sudah dicabut,” ujar Kanitreskrim Polsek Gondanglegi, Ipda Heriyani.
Menurutnya, kasus penganiayaan tersebut diselesaikan di tingkat desa, lantaran pertimbangan pelaku dan korban sudah tua. Tiga tahun lagi, usia pelaku sudah seabad (100 tahun). Karena itu kedua pihak keluarga akhirnya bersepakat untuk berdamai dan saling memaafkan.
“Ada surat pernyataan tertulis yang ditandatangani oleh korban dan pelaku, dengan disaksikan Kepala Desa, yang intinya kasus penganiayaan itu tidak diperpanjang,” tuturnya.

Namun demikian, lanjutnya, untuk pelaku H Tamin, sementara waktu tetap diminta untuk wajib lapor. Hal ini, sebagai antisipasi supaya tidak lagi terjadi permasalahan di kemudian hari.
Sekadar diketahui, gara-gara rebutan air pengairah sawah bersimbah darah. H. Tamin, 97, warga asal Dusun Sonokembang Desa Sepanjang Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang kalap memukulkan gagang cangkul ke wajah Sidin, 62, tetangganya. Akibatnya, korban mengalami luka memar dan pelipisnya kiri di bawah matanya, mengucurkan darah segar.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (17/7) malam itupun, langsung ditangani Polsek Gondanglegi. Bahkan, polisi juga sudah mengamankan H Tamin. Tetapi karena pertimbangan usia, kasusnya akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :