magista scarpe da calcio Asusila, Diusir dari Desa


Asusila, Diusir dari Desa

 
MALANG – Entah apa yang ada dibenak Umar Farouq, 46. Warga, Kecamatan Poncokusumo ini, tega menjadikan anak kandungnya sebagai pelampiasan nafsunya. Padahal seekor harimau pun, tidak akan sampai memakan anaknya sendiri. Akibat perbuatan bejatnya itu, Selasa (18/7) petang Umar harus menjadi bulan-bulanan tetangganya. Selain itu, ia juga menerima cemooh dan dikucilkan oleh warga. Umar diusir dari desa, karena warga tidak mau menerimanya.
Hukum adat diberlakukan, lantaran Bunga (nama samaran), 21, anaknya tidak mau menuntut. Termasuk ibu kandung korban (suami Umar, red), juga tidak menuntut untuk proses hukum. Mereka menerima jika Umar Farouq diusir dari desanya.
“Yang bersangkutan (Umar, red) memang sempat kami amankan dari amukan massa. Tetapi kami tidak bisa memproses hukum, lantaran korban dan ibunya tidak menuntut dengan membuat surat pernyataan,” terang Kanitreskrim Polsek Poncokusumo, Aiptu Andik Risdianto.
Dalam surat pernyataan bermaterai itu, Bunga tidak menuntut perbuatan ayahnya, lantaran sebagai tulang punggung keluarga. Selain itu karena kondisi ibunya yang sedang sakit-sakitan, sehingga tidak mau menambah beban pikiran jika sampai ayahnya ditahan. Termasuk menerima keputusan warga yang meminta Umar tidak boleh tinggal di desanya.
Informasi yang diperoleh, perbuatan bejat Umar terhadap anak kandungnya dilakukan berkali-kali. Sejak korban masih SMA atau sejak 2011, sampai awal 2016 lalu. Perbuatannya dilakukan di dalam rumah ketika sedang sepi.
Umar menyetubuhi Bunga dengan paksa. Alasannya kalau Umar sedang menjalani ilmu, serta sakit kepala yang sering dialaminya cepat sembuh. Korban sempat berontak, namun karena dipaksa dan diancam akhirnya pasrah.
Kejadian pertama yang tidak terbongkar, kemudian oleh Umar diulangi sampai beberapa kali. Selama ini, Bunga tidak menceritakan kejadian yang dialaminya kesiapapun termasuk ibunya. Alasannya karena takut dan memilih memendam aib tersebut.
Baru pada pertengahan Mei 2017 lalu, Bunga yang sudah tidak kuat dan takut menjadi budak nafsu ayahnya, akhirnya menceritakan kepada pamannya, yang merupakan adik kandung Umar. Mendapat cerita itu, pamannya langsung emosi hingga kabar tak sedap itu diketahui oleh warga sekitar.
Puncaknya Selasa petang lalu, warga yang mendengar cerita itu, lantas menyanggong kepulangan Umar yang bekerja sebagai tukang bangunan. Begitu Umar datang, warga lantas menangkapnya beramai-ramai yang kemudian membawanya ke Balai Desa.
Petugas Polsek Poncokusumo yang mendapat laporan, segera datang ke lokasi untuk mengamankan Umar dari kepungan warga. Tetapi karena korban tidak menuntut, akhirnya siang kemarin permasalahan diselesaikan di Balai Desa. Hasil mediasi, warga mengusir Umar dari desa.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :