Cewek Kembar Dijambret



SURABAYA-Kejahatan jalanan masih menjadi perhatian utama Satreskrim Polrestabes Surabaya. Buktinya, dua orang kawanan jambret berani berbuat nekat di Jalan Raya Babat Jerawat, di depan kantor Kecamatan Pakal, kemarin malam. Para pelaku menendang korbannya hingga tersungkur dan harus dilarikan ke rumah sakit. Dua orang korban merupakan saudara kembar bernama Andiana dan Andiani. Mereka diduga kuat sudah diincar oleh pelaku yang membuntutinya. Pelaku berhasil menggondol handphone yang ditaruh di dashboard motor.

Informasi yang dihimpun dari sumber internal kepolisian, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.00. Saat itu, Andiani yang membonceng saudara kembarnya Andiana naik motor Honda Scoopy bernopol W 2001 AC. Mereka hendak pulang ke rumahnya di Pengalangan, Menganti, Gresik.
"Pelakunya berboncengan naik motor. Kemungkinan motornya Vario hitam tapi nopolnya masih dilacak," ujar sumber, kemarin.
Di tengah perjalanan, di sekitar Jalan Benowo, motor korban dipepet pelaku. Dengan cepat, pelaku menggasak handphone. Spontan, Andiani tancap gas, mencoba mengejar dua jambret tersebut.
Kejar-kejaran tersebut berlangsung sampai depan kantor Kecamatan Pakal. Sesampainya di sana, jambret tersebut bertindak ngawur. Korban ditendang dari motornya. Keduanya terjatuh ke arah kanan jalan.

Celakanya, di saat bersamaan ada sebuah mobil Honda Bria bernopol L 1782  ZJ melaju dari arah berlawanan. Mobil tersebut dikendarai Kiki Antoro. Kiki tak sempat menghindari korban karena kejadian itu berlangsung cepat.
Akibat terjatuh dan tertabrak motor itu, kedua cewek kembar berusia 21 tahun itu patah kaki. Mereka juga tak sadarkan diri. "Korban masih belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut," tambah sumber tersebut.
Berdasar keterangan paman korban, Sugiarso, ke polisi, sekitar pukul 19.00 kedua gadis itu pamit untuk mendatangi kondangan. "Jadi mereka ini mau pulang, terus lewat Pakal," lanjutnya. Setelah peristiwa itu, korban dilarikan ke Rumah Sakit BDH. Namun sekitar pukul 23.00 mereka dirujuk ke Soetomo untuk mendapat perawatan lebih intensif.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard M. Sinambela telah meninjau langsung TKP penjambretan tersebut. Dia juga sempat melihat kondisi korban di rumah sakit. Berdasar penyelidikan awal jambret tersebut tidak membawa senjata tajam.
Sempat beredar kabar bahwa kedua korban terjatuh karena dibacok, namun hal itu sudah dipastikan oleh Leonard. Saat ini pihaknya masih berusaha keras untuk mencari informasi keberadaan pelaku.
"Luka dari kedua korban itu karena tertabrak mobil. Korban ditendang oleh pelaku," jelas alumnus tahun 2000 tersebut.(did/jpc/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...