magista scarpe da calcio Jual Dobel L Didakwa Pasal Berlapis


Jual Dobel L Didakwa Pasal Berlapis

 
MALANG – Penyalahgunaan obat untuk mabuk jelas dilarang undang-undang. Namun, Mikoriza Romadon 25 tahun, penghuni Jalan Imam Bonjol Sisir, Batu tidak mengindahkan aturan ini. Akibatnya, dia ditangkap polisi karena mengedarkan dobel L, dan saat ini sudah menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Batu.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Batu, Maharani Indrianingtyas SH menyebut bahwa Mikoriza dituntut dengan dua pasal langsung, yakni pasal 197, 196 UU RI nomor 36 tahun 2009.  "Terdakwa Mikoriza Romadon, dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar, berupa pil double L," kata Maharani.
Dakwaannya, dituangkan dalam berkas dakwaan 52/Pid.Sus/2018/PN Mlg. Mikoriza terjerat pasal UU kesehatan karena sudah mengedarkan double L kepada Farid Rusjianto. Farid mendatangi Mikoriza di kos-kosannya, untuk membeli pil koplo seharga Rp 300 ribu. Mikoriza lalu menyerahkan pil koplo sebanyak 500 butir.
Mantan mahasiswa kampus negeri di Surabaya itu menerima suplai pil koplo dari Diki, sebanyak 3 buah botol berisi 3000 butir seharga Rp 1,5 juta. Transaksi Mikoriza dan Farid ini, terendus oleh kepolisian. Polisi lalu menggerebek kosan Mikoriza. Dari penggeledahan, polisi menemukan pil dobel L sebanyak 731 butir dan 1169 butir yang terbagi dalam 167 bungkus.
Semua pil koplo itu disembunyikan di dalam bungkus rokok Gudang Garam, dan diselipkan di lemari baju. Polisi menyita hape merek Samsung, serta uang penjualan dobel L yang menyisakan Rp 30 ribu. Farid juga tak lepas dari penggeledahan. Pil koplo sebanyak 455 butir serta tujuh klip pil berisi 49 butir pil dobel L, disita dari Farid.
Kepada penegak hukum, mantan mahasiswa jurusan seni tari itu mengaku menerima keuntungan Rp 100 ribu sampai Rp 250 ribu tiap transaksi. Dia menjual tujuh butir pil seharga Rp 10 ribu. Obat dobel L ini, merupakan obat yang termasuk dalam daftar obat keras, yang seharusnya dipakai oleh orang yang menderita parkinson.
“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 197, 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan,” tutupnya.(fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top