Gantung Diri di Pohon Jati

 
MALANG – Depresi lantaran tidak kuat menahan sakit, Seger, 47, nekat bunuh diri pagi kemarin. Warga Pandanlandung, Kecamatan Wagir ini, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon jati, belakang Musala dekat rumahnya.
Usai dievakuasi, jenazahnya langsung dibawa pulang ke rumah duka. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan. Alasannya mereka menerima kematian korban sebagai musibah.
“Dari hasil olah TKP dan evakuasi di tubuh korban, sama sekali tidak ditemukan bekas tanda kekerasan. Korban meninggal dunia murni karena bunuh diri,” ujar Kanitreskrim Polsek Wagir, Ipda Agus Yulianto.
Sebelum ditemukan tewas gantung diri, Rabu petang korban diketahui keluar rumah. Ia pergi saat di rumahnya sedang berlangsung pengajian ibu-ibu. Sekitar pukul 19.30, setelah pengajian selesai, Emy Purwati, istri korban dan Jamin kakaknya, mencari keberadaan korban yang tidak ada di rumah.
Keduanya mencari ke rumah saudara dan beberapa tetangganya tetapi tidak ditemukan. Mereka khawatir dengan kondisi korban, lantaran selama empat hari belakangan, Seger mengeluhkan sakit lambung. Karena tidak ketemu, mereka langsung pulang.
Baru pagi kemarin sekitar pukul 06.30, Jamin yang kembali melanjutkan pencarian, terkejut saat melihat tubuh adiknya sudah tergantung di pohon jati, di kebun belakang musala. Jamin lantas berteriak minta tolong, hingga mengundang warga sekitar untuk berdatangan.
Karena melihat kematian korban yang tidak wajar, warga lantas melaporkannya ke petugas Polsek Wagir. Mendapat laporan itu, polisi segera datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP, sekaligus evakuasi tubuh korban.
“Jenazahnya hanya kami mintakan visum luar saja. Dari keterangan petugas Medis Puskesmas Wagir, kematian korban murni karena bunuh diri,” tuturnya.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...