Dua Pemabuk Kanigoro Pukuli Pelajar SMK

 
BLITAR – Pengaruh alkohol bisa membuat orang hilang akal sehatnya. Seperti Arik Mardani, 29, dan  Feri Agus Budianta, 28, keduanya warga Lingkungan Jajar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. 
Lantaran tak dihiraukan saat bicara, mereka marah dan memukul lawan bicaranya yang merupakan pelajar tingkat 2 SMK Islam Kanigoro hingga babak belur, akhir pekan kemarin. Peristiwa itu terjadi di lapangan sepak bola Dusun  Sambong, Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro. 
Saat itu, korban BNW, 17, warga Desa Panggungasri, Kecamatan Panggungrejo, Blitar dan SA, 17, warga Kelurahan Satreyan, Kecamatan Kanigoro, Blitar pergi ke lapangan untuk melihat pertandingan sepak bola.
Lalu korban duduk menonton pertandingan tersebut didekat keempat orang termasuk kedua pelaku yang kesemuanya mabuk minuman keras. Saat itu, korban yang masih berada di atas sepeda motornya menyoraksi salah satu pemain yang merupakan teman pelaku. 
Tiba-tiba, Arik, seorang pelaku mengajak bicara dengan korban dengan bertanya maksut korban menyoraki temannya yang sedang main bola. Mengetahui kondisi pelaku mabuk, pertanyaan yang dilontarkan pelaku tersebut tak dijawab oleh korban.
“Arik langsung memukuli BNW tepat di wajahnya dengan tangan kosong sebanyak lima kali hingga keningnya berdarah. Feri yang melihat juga ikut memukuli. Mereka dipisah saat mengeroyok korban,” ujar Kapolsek Kanigoro, AKP Purdianto.
Rupanya, saat melihat BNW melarikan diri, SA juga ketakutan. Dia ikut turun dari motor dan lari. Ini membuat kedua pelaku kembali marah dan menghajarnya saat tertangkap. Namun kedua korban berhasil lolos dari pengeroyokan tersebut dan meminta pertolongan. 
Purdianto menerangkan, BNW mengalami luka lecet di kening dan merasakan sakit di kepala, sementara SA mengalami lecet di telinga kiri dan sakit pada rahang kiri serta kepala bagian belakang. 
“Dari keterangan korban dan saksi-saksi di lokasi kejadian, kami ketahui identitas pelakunya. Mereka berhasil kami tangkap di rumahnya masing-masing. Barang bukti yang kami amankan, pakaian korban dan hasil visum korban,” tutupnya. (bt/mar) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :