Takut Dimarahi, Paidi Nekat Bunuh Diri


 
MALANG - Masyarakat Dusun Purwosari, Desa Srimulyo, Dampit, sore kemarin gempar. Mereka dikejutkan dengan kematian Paidi, warga Dusun Tamanasri, Desa Sekarbanyu, Sumbermanjing Wetan. Pemuda berusia 23 tahun tersebut tewas tergantung di pohon belakang perkarangan rumah Didik, saudaranya. 
“Murni karena gantung diri. Usai dievakuasi, jenazah langsung dibawa pulang ke rumah duka,” terang Kanitreskrim Polsek Dampit, Iptu Soleh Mashudi.
Diperoleh keterangam, sebelum diketahui nekat mengakhiri hidupnya, pagi harinya korban datang ke rumah Didik, saudaranya. Kedatangannya hanya sekadar untuk bermain. Bahkan, sehari sebelumnya, dia juga diketahui tidur di rumah saudara lainnya.
Sekitar pukul 14.30, Paidi berpamitan pada saudaranya untuk keluar. Alasannya sekadar jalan-jalan. Namun selang 15 menit kemudian, Didik mendengar ada tetangganya yang berteriak minta tolong sembari berlari. 
Curiga, Didik serta warga lainnya langsung mendatangi sumber suara tersebut. Saat ditanyakan, saksi mengatakan ada orang gantung diri di pohon. Setelah dicek, ternyata Paidi, telah tewas tergantung. 
Temuan itupun oleh warga langsung dilaporkan ke perangkat desa, yang kemudian diteruskan ke Polsek Dampit. Polisi segera mendatangi lokasi kejadian untuk melaukan olah TKP sekaligus evakuasi tubuh korban. Termasuk menunggu kedatangan pihak keluarga, yang sudah dihubungi. 
“Keluarga menolak otopsi, jenazah hanya dimintakan visum luar lalu dibawa pulang ke rumah duka. Informasinya, korban depresi sejak kecil,” terang Soleh. 
Korban, ditegaskan dia, bunuh diri lantaran takut dimarahi oleh orangtuanya.
“Dia baru saja menjual sepeda motor tanpa seizin orangtuanya. Kemungkinan takut dimarahi oleh orangtuanya sehingga nekat gantung diri,” jelasnya. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...