Akibat Judi dan Mabuk

 
Masyarakat masih saja ada yang hobi berjudi. Ujung-ujungnya pun selain jatuh miskin, juga akan merusak hubungan rumah tangga. 
Seperti kisah rumah tangga pasangan suami istri asal Kecamatan Wagir. Biduk rumah tangga Amel dan Ronald yang dibangun sejak 2005 lalu, telah hancur. Pengadilan Negeri Kepanjen, telah memutuskan mereka bercerai. 
"Hakim sudah memutuskan gugatan cerai yang diajukan oleh Amel. Tetapi masih belum inkrah karena Ronald yang mengaku masih cinta, mengajukan banding," ungkap Agus Salim Ghozali, SH, pengacara Amel. 
Amel dan Ronald membangun rumah tangga sejak 13 tahun lalu. Dari pernikahannya tersebut, mereka dikaruinai dua orang anak. Setelah menikah dulu, selama dua tahun mereka menumpang di rumah orangtua Amel.
Hubungan rumah tangga saat itu berjalan bahagia tanpa ada masalah apapun. Ronald dikenal pria yang baik dan peduli dengan keluarga. Termasuk sangat giat sekali bekerja untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga.
Namun setelah memiliki sendiri, Ronald berubah. Dia mulai malas bekerja. Yang lebih parah lagi, Ronald suka berjudi dan minum-minuman keras (miras). Setiap kali pulang malam, selalu dalam kondisi mabuk.
Amel saat itu hanya bersabar dan menghela nafas panjang. Namun karena tidak ingin rumah tangganya retak, akhirnya Amel mencoba mengalah dan mengajak Ronald merantau ke Kalimantan. Harapannya supaya Ronald bisa berubah dan kembali seperti dahulu.
Tetapi, harapan itu ternyata sia-sia. Ronald sama sekali tidak berubah, hingga akhirnya memutuskan kembali ke Malang. Amel pulang ke rumah orangtuanya, sedangkan Ronald pulang ke rumahnya. Karena sudah tidak ada kecocokan dalam rumah tangga, Amel akhirnya mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Negeri Kepanjen, karena agama mereka Hindu.
“Ronald ini tidak mau diceraikan. Dia tetap ngotot ingin bersama dan memperbaiki hubungan rumah tangganya. Tetapi Amel, sama sekali tidak mau,” jelas Agus Salim Ghozali.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :