Sakit Hati, Dibunuh Kekasih Gelapnya

 
MALANG - Tak butuh lama bagi polisi mengungkap kasus pembunuhan terhadap, Painah, 65, warga Dusun Purwodadi, Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit. Senin (29/1), Unit Reskrim Polsek Dampit bersama Polres Malang, berhasil menangkap pelakunya. Tersangkanya Tukimin alias Sudrun, 76, warga Desa Sekarbanyu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. 
Sudrun dibekuk di tempat kosnya di lokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Dampit. Saat diamankan, Sudrun tanpa perlawanan. Ia mengakui semua perbuatannya. Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda, dikonfirmasi membenarkannya. Menurutnya, pelaku saat ini masih dalam proses pemeriksaan.  Petugas juga masih mendalami dan mencari barang bukti pendukung lainnya. 
"Benar, pelaku pembunuhan sudah kami amankan. Untuk sementara mohon waktu dulu, karena masih kami dalami kasusnya," ungkap Adrian Wimbarda. 
Dikatakan Adrian, dalam pemeriksaan sementara, pelaku mengakui pembunuhan tersebut. Pelaku juga mengakui kalau topi yang tertinggal di lokasi kejadian tersebut adalah miliknya. Dia menghabisi nyawa korban dengan memukulkan batu ke kepala. 
"Pengakuan sementara pelaku membunuh korban karena sakit hati. Tetapi kami masih terus dalami, apakah ada motif lainnya," ujarnya. 
Diperoleh informasi, bahwa Tukimin alias Sudrun ini adalah kekasih gelap korban. Pembunuhan dilakukan Sudrun pada Jumat malam sekitar pukul 19.00. Sebelum dihabisi, pelaku sempat mengajak korban kencan. Tetapi belum sampai menyetubuhi, korban sudah dihabisi. 
"Informasinya memang pelaku ini adalah selingkuhan korban. Tetapi informasi tersebut tetap akan kami dalami," tuturnya. 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, masyarakat sekitar Pasar Dampit, Sabtu malam lalu digemparkan dengan penemuan mayat perempuan di bawah tower. Korban yang diketahui bernama Painah, 65, warga Dusun Purwodadi, Desa Bumirejo, Dampit ini ditemukan tewas dengan kondisi luka di kepala. 
Saat ditemukan, tubuh korban setengah telanjang. Pakaiannya menyingkap ke atas, hingga telanjang bagian bawah. Di lokasi ditemukan batu kali yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban. Termasuk ditemukan sebuah topi yang diyakini adalah milik pelaku.(agp/jon)

Berita Lainnya :