Buron Begal Pasuruan Dibekuk


PASURUAN - Pelarian M. Munip, 39, warga Desa Lemahbang, Kecamatan Pasrepan, Pasuruan, berakhir. Pria yang sejak tahun 2007 menjadi buronan karena kasus begal, tertangkap anggota Satreskrim Polres Pasuruan, akhir pekan .
Kanit Buser Satreskrim Polres Pasuruan, Iptu Maryana menjelaskan, Munip kabur dari Pasuruan, setelah perbuatannya  melakukan aksi begal tercium petugas. “Saat pulang ke rumahnya usai merantau, anggotanya mengetahuinya,” katanya.
Beberapa petugas kemudian memburu pelaku yang dikenal sebagai raja tega ini ke rumahnya. “Dia berhasil diamankan di rumahnya dini hari, akhir pekan kemarin,” papar Maryana kepada wartawan di Mapolres Pasuruan.
Dalam catatan petugas, pelaku dan 11 temannya menggunakan bondet untuk menyerang korbannya. Salah satunya bulan Agustus 2007. Korbannya yakni Nur Sokhib, 44, warga Desa Rejoso Lor, Kecamatan Rejoso, pasuruan.   
Dituturkannya, guru ini hendak pulang ke rumahnya dengan mengendarai motor Honda GL Max. Sampai di lokasi kejadian, korban dipepet dan motor yang dikendarainya dirampas. Karena ketakutan, Nur Sokhib menyerahkan motor itu.
“Jadi, tersangka tidak sendirian melakukan aksinya. Namun bersama teman-teman lainnya. Ada yang membawa pedang. Ada juga yang bawa bondet. Mereka tidak segan-segan melukai korbannya bila permintaannya tidak dituruti,” tegas polisi ini.
Masih menurut Maryana, dari 12 pelaku itu, sembilan diantaranya sudah tertangkap terlebih dulu. “Dari pengakuan tersangka yang sudah tertangkap, ada nama Munip ikut terlibat. Sehingga dia kami cari ke rumahnya. Ternyata sudah kabur,” pungkasnya. (rb/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...