Polisi Bongkar Bisnis Materai Rekondisi


MALANG - Polres Malang memutus mata rantai penjualan materai permak di Malang. Pelakunya, Ahmad Fauzi, 42, warga Dusun Ngipik RT05 RW01, Desa Kanigoro, Pagelaran. Dia merekondisi materai Rp 6.000 bekas untuk dijual lagi dengan harga lebih murah.
Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung menjelaskan penangkapan terhadap Fauzi berawal dari peredaran materai yang dijual dengan harga Rp 3.500. “Kita lakukan penyelidikan dan menemukan nama tersangka,” katanya.
“Setelah ditemukan bukti yang kuat, kita lakukan penggerebekan,” ungkap Ujung, sapaannya kepada wartawan di Polres Malang, kemarin. Saat digerebek, polisi menyita 2.100 lembar materai bekas. Sebagian materai masih terpasang di sobekan kertas, dan terdapat tanda tangan maupun cap jempol.
Sementara, ratusan materai lain sudah bersih, terbungkus dalam plastik dan siap dijual. Polisi juga menyita beberapa botol aseton dan keramik yang dilapisi skotlet. “Dalam penyidikan, memang benar materainya asli, namun sudah pernah terpakai,” ungkapnya.
“Dia menghilangkan bekas tanda tangan maupun tinta cap jempol dengan aseton. Sehingga, pelaku bisa menjualnya seperti materai baru, dengan harga murah,” tambah perwira menengah Polri ini.  Kepada polisi, Fauzi mengaku menjalankan bisnis ini, awal Januari 2018.
Namun pengakuan tersangka ini tidak membuat polisi percaya begitu saja. Informasi yang didapatkan penyidik Satreskrim Polres Malang ini, Fauzi telah bergerak menjual materai asli tapi bekas itu selama dua tahun. Jaringan penjualannya ada di Kepanjen, Malang dan luar kota.
“Perbuatan tersangka dijerat pasal 260 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun. Kita masih melakukan penyidikan lebih lanjut, untuk mengungkap siapa saja pengepul yang menyetorkan materai bekas kepada tersangka,” urainya.
“Sementara ini, dia mengaku bekerja sendiri,” tegas dia. Fauzi sendiri mengaku bila awalnya belajar dari seorang temannya di Gresik untuk merekondisi materai. Dia juga diajari bagaimana membersihkan cap jempol maupun bercak tinta pulpen. “Tiap lembar dapat untung Rp 2.000,” ujarnya. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :