JTP 3 Kebakaran , Patung Ludes, Pengunjung Ketakutan


BATU - Ditengah gencarnya protes warga terkait pencaplokan tanah kas Desa Beji dan pembuangan limbah yang diprotes warga Desa Junrejo, Jatim Park (JTP) 3 kembali menggegerkan Kota Batu. Patung Dinosaurus bergerak yang dipasang di areal Dino Action mendadak terbakar.
Peristiwa ini terjadi kemarin sekitar pukul 12.30 atau disaat pengunjung mulai berdatangan ke Jatim Park 3. Dalam sekejap, patung Dinosaurus ini terbakar habis. Asap hitam membumbung tinggi menggegerkan warga yang tinggal di sekitar tempat wisata ini.
“Areal Dino Action ini adalah salah satu zona yang belum dibuka oleh umum karena masih dalam proses pengerjaan. Patung import dari China ini memang dibuat khusus di ruangan terbuka,” ujar Titik S Ariyanto, Humas Jatim Park Grup.
Menurut dia, kebakaran ini terjadi saat ada pekerja dari luar negeri mengerjakan pengelasan. Saat itu matahari masih terik dan belum hujan. Selain itu saat itu angin bertiup cukup kencang.
 “Api dari las tertiup angin, hingga sebagian terpercik ke Dinosaurus yang kebetulan bahannya sejenis spon,” terangnya. Para pekerja yang berada didekatnya tidak mampu berbuat apa-apa, karena api begitu besar.
Meski Titik mengatakan bahwa zona ini tidak ada pengunjung, dalam beberapa video yang beredar di masyarakat, terlihat ada seorang laki-laki beserta anaknya terlihat ketakutan, bergegas pengunjung ini menyeret e-bike (sepeda listrik) yang dibawanya.
Sementara disekitarnya terlihat beberapa pekerja berseragam coklat-coklat terlihat kebingungan dan hanya melihat ke sumber api. Api baru berhasil dipadamkan, saat beberapa pekerja membawa apar (alat pemadam ringan) dan mematikan api.
“Para pekerja kesulitan memadamkan api yang membakar leher dino, karena lehernya panjang, Apar tidak mampu menjangkau. Apar hanya bisa menjangkau sebatas badan,” jelasnya. Menurut dia, pekerja juga berusaha memadamkan dengan menggunakan air.
Akibat peristiwa ini, kerugian materiil mencapai Rp 10 juta. Saat diperiksa, mesin Dinosaurus yang dipergunakan untuk menggerak gerakan leher masih bisa berfungsi, karena hanya pembungkus dinosaurus yang terbakar.
Titik menegaskan bahwa kejadian ini murni kecelakaan, tidak ada hubungannya dengan protes warga dua desa yang saat ini sedang dihadapi oleh JTP 3. Peristiwa ini mirip dengan kebakaran yang terjadi di Museum Tubuh beberapa tahun yang lalu.
Sumber Malang Post menyebut bahwa Dinosaurus tersebut berdiri di bekas dam aliran irigasi sungai. Tidak jauh dari tempat tersebut, saat pembangunan sempat juga terjadi insiden bangunan ambruk hingga menimpa para pekerjanya.
Sementara itu, AKP Anton Widodo, Kasatreskrim Polres Batu, ketika dikonfirmasi masalah ini mengatakan bahwa pihaknya sudah olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi. “Dugaan kita karena kecelakaan, tapi kita masih terus mendalami kejadian ini,” ujar Anton. (dan/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...