magista scarpe da calcio Gugat Cerai, Buku Nikah Ternyata Aspal


Gugat Cerai, Buku Nikah Ternyata Aspal


MALANG -  Selama 12 tahun berumah tangga, FS alias Kusuma, 41, ternyata baru tahu kalau buku nikah miliknya ternyata asli tapi palsu (aspal). Wanita ini baru mengetahuinya, saat hendak mengajukan gugatan cerai kepada Iwan Heri Kristanto, 41, suaminya yang tinggal di Jalan Diponegoro Kota Batu. 
Ia kaget dan baru menyadari kalau buku nikah yang ditandatanganinya, diterbitkan oleh KUA Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. “Padahal, pernikahan klien saya dengan Iwan dilakukan di salah satu masjid di Kota Malang, tahun 2005 lalu,” tutur  Didin Syafruddin SH, kuasa hukum FS.
Ia menerangkan, kliennya yang tinggal di Jalan Pringgondani Malang ini, sempat mencek keabsahan buku nikah tersebut ke KUA Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. “Ternyata jawaban yang diberikan KUA Jatinegara adalah mereka tidak pernah menerbitkan buku nikah itu,” ungkapnya.
Ketua DPC IKADIN Malang ini menerangkan, FS melakukan pengecekan keabsahan buku nikah itu karena ditolak oleh Pengadilan Agama Kota Malang saat mengajukan gugatan cerai, Oktober 2017 lalu. “Ditolak karena bukan buku nikah yang dikeluarkan KUA di Malang,” papar dia.
FS sendiri ketika mengkonsultasikan masalahnya kepada advokat ini, mengaku tidak pernah melihat alamat KUA Jatinegara yang tertera di buku nikah, saat melakukan ijab kabul di salah satu masjid di Kota Malang itu.
Wanita yang bekerja sebagai pegawai swasta ini tidak pernah mempersiapkan surat-surat untuk kepentingan pernikahannya. Dia hanya diminta datang ke masjid untuk melakukan ijab kabul. Selebihnya, juga tidak tahu apakah yang datang adalah pegawai KUA ataukah penghulu.
Didin, sapaannya mengungkapkan, FS sebenarnya sudah menanyakan perihal buku nikah aspal itu ke suaminya yang memiliki jabatan sebagai Kasubbag di salah satu dinas di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. “Iwan juga mengakui kalau buku nikah itu aspal,” tegasnya.
FS sendiri menggugat cerai suaminya tersebut, setelah sekitar tahun 2007 lalu menemukan fotokopi kartu askes atas nama wanita lain yang diduga istri pertama Iwan. “Klien saya takut kalau akan permasalahan buku nikah palsu ini, berimbas pada akta kelahiran kedua anaknya,” ujar Didin lagi.
Kepada Malang Post, ia mengaku sudah melaporkan perbuatan Iwan ke Mapolres Malang Kota dengan sangkaan memalsukan dokumen buku nikah. “Sudah diperiksa penyidik. Dalam laporan polisi itu, pasal yang dikenakan adalah 263 KUHP,” ungkapnya.
Sayangnya, Iwan sama sekali tidak menjawab konfirmasi dugaan pemalsuan dokumen buku nikah yang dilayangkan melalui nomor selulernya. Hingga berita ini dimuat, SMS, WhatsApp dan telepon tidak dibalasnya. (mar/jon)  

Berita Lainnya :