Rekonstruksi Pembunuhan di Donomulyo


MEMAKAI baju tahanan warna orange dan bawahan celana bergaris hitam putih, Nadia Fegi Madona, 18, digelandang petugas menuju halaman parkir Polres Malang. Pelaku pembunuhan terhadap Fenna Selinda Rismawati, 16, warga Dusun/Desa Mentaraman, Donomulyo, kemarin menjalani rekontruksi.
Ia didampingi pengacaranya Bambang Suhernowo, SH.  Ada 23 adegan yang diperagakan oleh warga Dusun Umbulsari, Desa Kaliasri, Kalipare ini. Mulai dari Nadia menjemput korban di rumahnya, hingga terjadi pembunuhan di area hutan dekat pintu masuk Pantai Ngliyep.
“Rekonstruksi pembunuhan ini untuk melengkapi berkas acara pemeriksaan. Sekaligus untuk mencocokkan keterangan tersangka dengan fakta sebenarnya. Ada 23 adegan yang diperagakan tersangka dalam rekonstruksi,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda.
Sementara itu, saat menjalani adegan rekonstruksi Nadia terlihat tenang. Wajahnya sama sekali tidak tegang. Dengan santai ia menceritakan alur kejadian pembunuhan yang dilakukannya terhadap Fenna.
Selama menjalani adegan rekonstruksi, Nadia mengaku sama sekali tidak terbayang wajah korban. Termasuk saat menjalani hukuman dalam tahanan Polres Malang, Nadia tidak pernah bermimpi ataupun terbayang wajah Fenna. Dia hanya menyadari kalau tindakannya salah.
Meski demikian, Nadia menyesali telah menghilangkan nyawa korban. Untuk menebus kesalahannya tersebut, setiap hari dia mengaku terus mendoakan korban.  "Setiap usai salat, saya mendoakan dan membaca surat Yasin untuk dia. Semoga arwahnya tenang dan memaafkan saya," tuturnya.
Dalam adegan rekonstruksi, terungkap fakta bahwa pisau yang digunakan menghabisi nyawa korban adalah pisau dapur milik Fenna. Pisau itu diambil oleh Fenna di dapur rumahnya sebelum keluar dengan tersangka. Nadia yang meminta korban membawa pisau, dengan alasan untuk mencari buah markisa.
Namun nyatanya, pisau dapur itulah yang digunakan Nadia menggorok leher korban. Pembunuhan terjadi, setelah Nadia diancam terlebih dahulu oleh korban. Kemudian Nadia menangkis pisaunya hingga terlepas, dan mereka berdua terlibat perkelahian.
Saat mereka duel itulah, Nadia merebut pisau yang terjatuh di tanah sebelum diambil korban. Kemudian pisau itu, digunakan melukai korban di bagian leher beberapa kali. Setelah korban tak berdaya, Nadia langsung kabur meninggalkannya.
Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi Jumat 29 Desember 2017 lalu. Berawal dari permasalahan bedak yang dibeli korban pada tersangka. Karena ada salah satu segel yang terbuka, hingga korban komplain dan terjadi pertengkaran yang akhirnya berujung pembunuhan. (agp/mar/jon)

Berita Lainnya :

loading...