Membunuh Karena 'Burung' Tak Berdiri


MALANG - Ada pengakuan menarik dari Tukiman alias Sudrun, 76, tersangka pembunuhan terhadap Painah, 65, warga Dusun Purwodadi, Desa Bumirejo, Dampit. Ia membunuh korban karena 'burung' miliknya tidak bisa berdiri saat mau bersenggama.
"Saya khilaf pak," kata Tukiman alias Sudrun, dengan suara lantang ketika diinterogasi oleh Wakapolres Malang, Kompol Decky Hermansyah.  Warga Desa Sekarbanyu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan ini, mengatakan kalau dirinya dengan korban Painah, memang memiliki hubungan asmara.
Sudrun sudah 20 tahun ini, menjalin hubungan secara tersembunyi. Bahkan sudah beberapa kali melakukan hubungan intim.  Setiap kali usai berhubungan, Sudrun biasanya selalu memberi uang Rp 20 ribu.
"Tetapi malam itu, saya hanya punya uang Rp 15 ribu. Kurangnya Rp 5 ribu saya janjikan keesokan paginya," ujarnya.  Jumat (26/1) sekitar pukul 18.30, Sudrun mengajak korban kencan. Ia mengajaknya di lahan kosong di bawah tower yang ada di selatan Pasar Dampit.
Begitu di lokasi, tersangka lantas mengajak korban untuk bersetubuh.  Tetapi mungkin karena usianya yang sudah tua, (maaf) 'burung' milik tersangka tidak bisa berdiri. Korban yang sudah terlanjur telanjang bawah pun marah.
Korban memaki tersangka dan menendang tubuhnya.  Karena sakit hati itulah, akhirnya tersangka langsung naik pitam. Ia mengambil batu yang ada di sebelahnya, dan memukulkan ke kepala korban hingga membuat Painah meninggal dunia.
"Sebenarnya saya sangat sayang dengannya. Berhubung saya ditendang dan dimaki, ya saya bunuh," tutur kakek empat cucu ini dengan santai.  Sudrun yang bekerja sebagai pencari rongsokan ini, sama sekali tidak menyesali perbuatannya.
Alasannya karena sudah terlanjur sakit hati. "Biar saja meninggal, karena saya sakit hati," katanya. Wakapolres Malang, Kompol Decky Hermansyah mengatakan bahwa pembunuhan dilakukan sendiri oleh tersangka. Pembunuhan secara langsung tidak direncanakan sebelumnya.
"Dia kami jerat dengan pasal 338 KUHP sub pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara," tegas Decky Hermansyah.  Seperti diberitakan, petang lalu warga sekitar Pasar Dampit geger dengan penemuan mayat perempuan di bawah tower.
Korban yang diketahui bernama Painah, tewas dibunuh dengan luka di kepala. Tak sampai 24 jam, pelaku berhasil diamankan di tempat kosnya di lokasi pedagang kaki lima Pasar Dampit. (agp/jon/mar)

Berita Lainnya :