Bea Cukai Sita 15 Ton Tembakau Ilegal

 
MALANG – Direktorat Jenderal Bea Cukai Jatim II, menggerebek gudang penyimpanan tembakau iris siap pakai Kota Malang. Dari gudang di kawasan Bumiayu itu, Bea Cukai yang menggandeng kepolisian dan aparat TNI, menyita 528 karung berisi tembakau iris ilegal. Total, ada 15 ton tembakau iris siap pakai yang diamankan tim opsgab Rabu (31/1) malam. 
"Kami melakukan penindakan di gudang penyimpanan di daerah Bumiayu Kedungkandang, dan menyita 528 karung, dengan isi tembakau iris siap pakai seberat 15 ton atau 15.480 kilogram," ungkap Kabag Humas Dirjen Bea Cukai Jatim II, Mochammad Arif. 
Penggerebekan itu tak lepas dari informasi yang diterima penyidik PNS Bea Cukai. Dari info yang dihimpun, penyidik PNS Bea Cukai, mendengar adanya produksi dan pengepakan tembakau iris siap pakai di Bumiayu. 
Produksi tembakau iris siap pakai ini, rencananya akan dijadikan bahan baku rokok tipe Sigaret Kretek Mesin (SKM). Bagian Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Jatim II, polisi dan TNI, bergerak pada malam hari untuk mendatangi lokasi yang diduga sebagai tempat penyimpanan.
Akhirnya, pukul 20.00, saat terjadi penggeledahan, petugas menemukan tumpukan karung berwarna putih. Saat dibuka, karung-karung ini berisi tembakau iris siap pakai. Kontan saja, petugas opsgab langsung menyiapkan kendaraan truk untuk mengangkuti tembakau iris ilegal ini ke kantor Bea Cukai.
Total nilai tembakau iris siap pakai itu ditaksir mencapai Rp 928 juta, dengan potensi kerugian negara Rp 154 juta. Selain mengamankan tembakau iris, petugas gabungan juga menyita alat produksi tembakau iris. Serta, mengamankan penyewa gudang dengan inisial A. 
"Kami amankan barang bukti ke gudang hasil tangkapan Bea Cukai. Perkaranya sedang dikembangkan untuk menggali informasi lebih dalam," tambah Arif. Dia menambahkan, 1 gram tembakau siap pakai bisa digunakan untuk memproduksi satu batang rokok SKM. (fin/mar/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...