Segera Periksa Pemalsu Buku Nikah

 


 
MALANG - Polres Malang Kota (Makota) segera memanggil Iwan Heri Kristanto, 41, warga Jalan Diponegoro Kota Batu, sebagai terlapor dugaan pemalsuan buku nikah. Polisi mengaku sudah memeriksa FS alias Kusuma, 41, istrinya yang tinggal di Jalan Pringgodani Malang, sebagai pelapornya. 
"Tahapan berikutnya jelas melakukan pemeriksaan terhadap semua saksi yang terkait, melakukan pemanggilan ke Polres Makota, untuk diperiksa penyidik, termasuk terlapor," kata Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni.
Menurut dia, penyidik akan melakukan semua cross check kepada saksi-saksi. Pertama, saksi dari pihak keluarga pelapor FS. Tujuannya, untuk melakukan pengecekan terhadap kebenaran peristiwa pernikahan antara FS dan Iwan, tahun 2005 lalu di daerah Klojen.
Polisi juga mempersiapkan panggilan untuk pihak Iwan, serta Kantor Urusan Agama (KUA) yang mengeluarkan buku nikah bagi pasangan tersebut pada 2005 lalu. FS mengaku dinikahi Iwan, tahun 2005 lalu dengan buku nikah dari KUA Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.
Karena saat itu merasa tidak curiga, akhirnya FS menjalani hubungan pernikahan dengan Iwan secara normal hingga memiliki dua anak. Namun, pada 2017 lalu, FS melihat ada foto kopi kartu askes atas nama wanita lain.
Dia menduga bila wanita itu adalah istri pertama Iwan. Akhirnya, dia mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama Kota Malang, Oktober 2017 lalu. Di sanalah, dia mengetahui buku nikahnya tidak terdaftar di KUA tersebut. 
Didin Syafruddin SH, penasehat hukum FS  mengatakan pihaknya melampirkan buku nikah palsu itu sebagai bukti penyelidikan polisi. Termasuk surat keterangan dari KUA Jatinegara tentang buku nikah aspal itu.
“Kita lampirkan buku nikah No 289/32/I/2005 serta surat KUA Jatinegara, Kua.09.2.4/PW.01/054/2018 yang mengatakan buku nikah nomor itu tak terdaftar di KUA Jatinegara,” sambung Didin. 
Di bagian lain, Inspektorat Kabupaten Malang belum menerima laporan terkait masalah pembuatan buku nikah palsu yang melibatkan Iwan Heri Kristanto, salah satu kasubbag di salah satu dinas di Pemkab Malang. 
Namun, Inspektorat berjanji akan menggali lebih dalam lagi terkait kasus ini, lantaran bisa jadi terdapat dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pegawai tersebut.
"Belum ada laporan terkait hal itu. Saya akan mempelajari hal ini lebih lanjut," ujar Inspektur Kabupaten Malang, Tidiyah Maistuti SH, MH. 
Dia belum bisa berkomentar banyak terkait dugaan pemalsuan buku nikah yang dilakukan oleh salah satu oknum pejabat struktural di Bagian Organisasi ini. "Dilihat dulu kronologi masalah ini bagaimana," imbuhnya. 
Namun, kata dia, apabila terjadi pelanggaran dilakukan pegawai, maka bisa dijatuhi sanksi  sesuai dengan jenis pelanggaran. Apalagi kalau abdi negara tersebut terbukti melakukan pelanggaran oleh penegak hukum, maka sangsinya lebih berat.
"Namun, harus dikedepankan azas praduga tidak bersalah," tegas dia. 
Alasannya, baru masih sebatas laporan di kepolisan, Maka dari itu, pihaknya akan mencari tahu kondisi sebenarnya terkait masalah ini. Hal ini sesuai dengan Fungsi Inspektorat dalam hal pengawasan dan penindakan terhadap pegawai yang melakukan pelanggaran. (fin/big/mar/jon)

Berita Lainnya :

loading...