Mantan Karyawan Bobol Brankas Warung

 
MALANG - Polsekta Kedungkandang sukses mengungkap pelaku pembobolan warung Bebek Nyimut di Jalan Danau Bratan Sawojajar, Malang. Pelakunya adalah Cholis Alamsyah, 25, mantan karyawan rumah makan tersebut.
Dia dibekuk di rumah kosnya di daerah Kota Batu, Rabu (31/1). Dari keterangan yang dihimpun, bermodalkan obeng, Cholis beraksi tengah malam, saat warung Bebek Nyimut sudah tutup dan tidak terjaga oleh karyawan. Dia mendongkel pintu dan brankas, sebelum menggondol uang sebesar Rp 5,7 juta.  “Saya mencuri sendirian,” tutur dia kepada penyidik. Dia mengaku terpaksa mencuri, karena terlilit utang sebesar Rp 1,7 juta kepada salah satu temannya asal Lampung.
Cholis dipaksa membayar utang, karena temannya tersebut harus pulang ke kampung halaman di Lampung. Akhirnya, dorongan ini membuat Cholis berbuat nekat. Ia harus memenuhi kebutuhannya sehari-hari karena dia tak memiliki pekerjaan selepas dipecat.
“Saya harus bayar kos bulanan juga, Rp 550.000,” tambahnya. Dari hasil penyidikan, Cholis ternyata bukan kali pertama ini saja mencuri di Warung Bebek Nyimut. Paska diberhentikan karena indisipliner, Cholis mencuri uang Rp 3,8 juta di kasir pada 11 November 2017 lalu.
Pada aksi yang pertama ini, Cholis dibantu oleh temannya. Sedangkan, pada aksi kedua, pria yang pernah menerima pelatihan satpam itu, memakai modus perusakan CCTV. Dia bahkan membuang hasil rekaman CCTV ke sungai.  Hanya saja, wajahnya tetap terekam CCTV lain yang dipasang di tempat tersembunyi. 
Bermodalkan rekaman CCTV ini, polisi mencokok Cholis. Kapolsekta Kedungkandang, Kompol Suko Wahyudi mengatakan awal penyelidikan mendeteksi kediamannya di Purwantoro Blimbing.“Kami datangi rumahnya, namun nihil. Ternyata dia bersembunyi di Batu,” papar Suko.
Dari hasil penyidikan, Cholis merupakan residivis kambuhan. Dia telah melakukan empat kali pencurian, berdasarkan pengakuan sementara kepada penyidik. Cholis yang memiliki pengetahuan teknik informatika, juga pernah beraksi di Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Saat ini, polisi tengah memburu komplotan Cholis.
“Kami tengah mendalami dan melakukan penyidikan untuk mengejar tersangka lain,” tambah Suko. Tersangka dikenai Pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun. (fin/mar/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :