Bersaudara Kompak Curi Kayu

 
MALANG - Dua warga Dusun Grangsil, Desa Jambangan, Dampit, sejak kemarin meringkuk dalam sel Mapolsek Dampit. Mereka adalah Jumiran, 47, serta Saeri, 34. Keduanya dibekuk atas tuduhan pencurian kayu hutan jenis sono. 
Dua tersangka yang diketahui masih memiliki hubungan saudara ini, ditangkap petugas di rumahnya masing-masing beserta dengan barang buktinya. Diantaranya sembilan glondong kayu sono, dua buah gergaji serta dua unit motor jenis Happy dan Suzuki Smash yang kondisinya protolan tanpa plat nomor. 
“Pengakuan mereka hanya sekali saja mencuri. Namun kami masih kembangkan kasusnya, karena dugaan lebih dari sekali,” ungkap Kapolsek Dampit, AKP Amung Sri Wulandari.
Penangkapan kedua blandong ini, berawal dari laporan pihak Perhutani. Mereka mengatakan bahwa di kawasan hutan Dusun Grangsil, Desa Jambangan, kerapkali terjadi pencurian kayu hutan. Bahkan beberapa hari sebelumnya diketahui telah terjadi pencurian beberapa pohon jenis sono. 
Polisi lantas menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Beberapa orang dimintai keterangan. Hasilnya diketahui bahwa pelaku pencurian kayu hutan adalah Jumiran dan Saeri. Akhirnya petugas mengetahui bila Jumiran dan Saeri yang mencuri. 
Petugas pun langsung menangkap mereka dan mengamankan barang bukti kayu yang disembunyikan di belakang rumahnya. Sementara itu, dalam keterangannya kedua tersangka mengaku mencuri kayu hutan itu berdua.
Mereka memotong pohon sono dengan gergaji manual. Begitu pohon roboh, lantas dipotong menjadi beberapa glondong. Baru kemudian dibawa pulang dengan diangkut menggunakan motor. 
"Rencananya kayu itu akan kami gunakan untuk memperbaiki rumah. Baru sekali ini saja kami mencuri," tutur mereka berdua. (agp/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :