Tak Tahan Siksaan Ronald

 
Ke pasar beli selendang, pilih yang kain perca. Sudah terlanjur sayang, ternyata malah dibuat terluka. Pantun di atas ini, mengisahkan hati Amel. Ia harus menerima kenyataan pahit dari Ronald, suaminya. Hatinya sakit karena sikap Ronald yang temperamental. 
Padahal, Amel sudah menumpahkan seluruh kasih sayangnya kepada Ronald. Namun rasa kasih sayang yang diharapkan datang dari pria yang dicintainya, ternyata justru melukai hatinya. Ronald suka main tangan ketika marah. 
Bahkan ternyata belakangan diketahui bila ia telah memiliki wanita idaman lain.  Karena menganggap hubungan rumah tangganya tidak bisa lagi dipertahankan, Amel, warga Kecamatan Pakisaji inipun, akhirnya mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Kepanjen. 
Saat ini, proses cerainya baru satu kali sidang dengan menghadirkan Ronald dan Amel.  “Siapa yang bisa menerima kalau hampir setiap hari mendapat siksaan. Setiap kali pulang dalam kondisi mabuk, dia selalu marah dan kadang main pukul,” ucap Amel. 
Ia menjelaskan, bahwa Ronald adalah pria pilihannya. Sebelum menikah pada 2012 lalu, mereka lebih dahulu pacaran selama dua tahun. Karena menganggap bahwa Ronald adalah pria bertanggungjawab, Amel bersedia dinikahi. 
Awal pernikahan berjalan harmonis. Mereka tinggal di rumah kontrakan meskipun kecil. Dari pernikahan mereka dikaruniai seorang anak.  Selama empat tahun, mereka hidup bahagia. Ronald selalu pulang tepat waktu. Jangankan selingkuh, minuman keras saja tidak mau. 
Pria ini selalu memberikan waktu lebih untuk Amel dan anaknya. Namun selama setahun terakhir, sikap Ronald mulai berubah. Semenjak ia kembali bertemu dengan teman lamanya. Ronald mulai telat pulang kerja. Bahkan suka mabuk-mabukkan. 
Dan parahnya, Ronald suka main tangan. Amel sudah berusaha bersabar. Ia telah memberi pengertian kepada Ronald. Tetapi karena sikapnya yang tidak bisa berubah, akhirnya Amel memutuskan untuk menggugat cerai. “Keluarga telah mendukung keputusan saya ini,” kata Amel. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...