Tak Serius, Pidana Jalan Terus


 
MALANG - Dugaan pemalsuan akta nikah yang dilakukan Iwan Heri Kristanto, 41, PNS Kabupaten Malang, memasuki babak baru. Warga Jalan Diponegoro Kota Batu ini dikabarkan meminta maaf kepada FS alias Kusuma, 41, istrinya.
Selain itu, di rumah istrinya, Jalan Pringgodani, Malang, Iwan juga berjanji segera menyelesaikan permasalahannya secara baik-baik. Padahal, penyidik unit Pidum Satreskrim Polres Malang Kota (Makota) sedang melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut. Hal ini dibenarkan Didin Syafrudin SH, penasehat hukum FS.
“Benar, terlapor datang kepada klien saya untuk meminta maaf. Ada upaya perdamaian,” katanya saat dikonfirmasi Malang Post semalam. Meski demikian, permintaan maaf tersebut belum tentu diterima,” tambah dia.
Dia hanya memberi saran kepada FS untuk menemui Iwan terlebih dahulu. Ketua DPC Ikadin Malang ini mengaku belum tahu seperti apa hasil pertemuan antara kliennya dengan terlapor. “Saya minta klien saya tidak melakukan tindakan apa-apa,” tegasnya.
“Saya minta klien saya untuk tampung semua dulu, tapi jangan sampai melakukan apapun sampai saya pulang ke Malang lagi karena saya ini masih di Semarang,” tegas Didin.
Ia mengakui, ada kemungkinan pencabutan laporan kepada polisi.
“Tapi semuanya tergantung pada itikad baik Iwan. Jika tidak sungguh-sungguh mewujudkan permintaan maafnya kepada FS, maka laporan tersebut tidak akan dicabut. Kami masih tunggu hasil pertemuan antara klien saya dengan terlapor,” paparnya lagi.
Satreskrim Polres Makota, sendiri masih mendalami kasus ini. Karena laporan pidananya  sudah masuk, penyelidikan akan tetap berjalan dan penyidik tetap mencari saksi dan bukti-bukti. Iwan terancam jeratan pasal 263 KUHP tentang pembuatan surat palsu dengan ancaman hukuman enam tahun. 
Pasal ini berbunyi, bahwa siapapun yang membuat surat palsu untuk berkas otentik seperti akta nikah, akan dihukum dengan penjara maksimal selama enam tahun. Selain itu, Iwan juga terancam pelanggaran PP 53 tahun 2010 tentang displin ASN. (fin/mar)

Berita Lainnya :