Guru Budi Tewas Ditangan Murid Sendiri


 
SAMPANG -  MH, siswa SMAN 1 Torjun, Kabupaten Sampang, Madura diamankan anggota Satreskrim Polres Sampang, dini hari kemarin. Dia menganiaya guru keseniannya, Ahmad Budi Cahyono, 27, Kamis (1/2) hingga meninggal dunia. 
Kasatreskrim Polres Sampang, AKP Hery Kusnanto menuturkan, saat didatangi di kediamannya, Dusun Brekas, Desa/Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, pelaku langsung menyerahkan diri. Keluarganya juga tidak menghalangi polisi yang melakukan penangkapan.
“Saat ini, MH masih ditahan untuk segera menjalani pemeriksaan. Polres Sampang juga sudah mendatangi keluarga korban untuk menenangkan suasana. Sebab, dikhawatirkan ada pihak keluarga yang tidak terima atas kejadian ini,” paparnya.
Dia menjelaskan, peristiwa ini berawal dari dalam kelas saat guru honorer ini mengisi pelajaran kesenian. MH ditegur karena tidak menghiraukan pelajaran yang disampaikan. Sampai beberapa kali ditegur, tetap tidak dihiraukan sehingga terjadi debat antara keduanya. 
Setelah perdebatan terjadi, MH malah menganiaya korban. Penganiayaan itu bahkan terjadi di Jalan Raya Jrengik. Kepala SMAN 1 Torjun, Amat membenarkan peristiwa yang terjadi di sekolahnya. Korban juga sempat bercerita kepada dirinya terkait keributan tersebut. 
Namun, saat itu kondisinya masih sehat.
“Kabar mengejutkan datang dari keluarga, bahwa sampai di rumahnya, korban  tidak sadarkan diri. Sempat dibawa ke RSUD Sampang. Karena kondisinya semakin kritis, dirujuk ke Surabaya. Ternyata meninggal di sana,” terangnya.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, polisi telah menahan MH.
“Walaupun pelaku masih pelajar, tetap diproses hukum sesuai peraturan yang berlaku,” tegasnya. PGRI Jatim sendiri juga meminta polisi bertindak tegas. 
“Meski masih berusia dibawah umur, namun perbuatannya keterlaluan. Ini perlu ditindak tegas. Ketika ada seorang guru mencubit muridnya saja ditindak, apalagi persoalan seperti ini,” kata Ketua PGRI Jatim, Ichwan Sumadi.
Dia berpesan kepada seluruh guru yang tergabung dalam PGRI Jatim untuk tidak terpancing dan menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum di kepolisian.
“Jangan bertindak sendiri. Dan tetap mengajar seperti biasa saja. Kami kawal sampai tuntas,” pintanya.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Saiful Rachman juga menyayangkan insiden tersebut. Dia juga prihatin karena peristiwa itu terjadi saat jam pelajaran di kelas. Dalam cuitannya di Twitter, Saiful Rachman mengatakan, kejadian ini sangat serius dan harus ditindaklanjuti secara hukum. Korban, kata Saiful, dikenal sebagai sosok yang baik dan jadi idola siswa. 
“Menurut hasil diagnosa dokter, dia mengalami mati batang otak (MBO), dan semua organ dalam tubuhnya sudah tak berfungsi,” ungkapnya. (berbagai sumber/mar)

Berita Lainnya :

loading...