Pensiunan Tentara Gelapkan Mobil

 
SIDOARJO - Pada masa tuanya, Suhadak harus menghuni tahanan. Pensiunan TNI-AD itu berurusan dengan polisi karena dilaporkan telah menggelapkan mobil rental. Kakek dua cucu tersebut beralasan, tindak pidana itu terpaksa dilakukan lantaran butuh duit.
Kasus tersebut berawal saat Suhadak mendatangi tempat penyewaan mobil di kawasan Wage, Taman, Sidoarjo, pada empat bulan lalu. Suhadak meminjam mobil Datsun Go selama empat hari. Mulai 26–30 April. Lelaki 69 tahun itu tidak sulit memenuhi persyaratan peminjaman. Apalagi, dia sudah kenal dengan pemilik tempat rental.
Setelah jatuh tempo, mobil bernopol W 1977 YB itu tidak dikembalikan. Suhadak memperpanjang masa peminjaman selama sembilan hari. Warga asal Ngronggot, Nganjuk, tersebut berdalih mobil masih berada di luar kota. Yuliani, pemilik rental mobil, semula tidak curiga. Terlebih, perempuan 46 tahun itu mengetahui bahwa orang yang menyewa kendaraannya adalah seorang pensiunan TNI.
”Uang sewanya juga masih lancar dibayar,” ujar Kapolsek Taman Kompol Sudjut.
Korban baru curiga setelah mobil putih itu tak kunjung dikembalikan. Padahal, sudah jatuh tempo kedua. Yuliani lalu menghubungi nomor telepon Suhadak untuk mencari kepastian. Namun, upayanya tidak membuahkan hasil.
”Nomornya tidak bisa dihubungi,” papar Sudjut.
Yuliani lantas melaporkan kejadian itu ke polisi. Setelah melakukan penyelidikan selama beberapa pekan, petugas akhirnya mengendus keberadaan penyewa mobil. Suhadak pun diringkus dan dijebloskan ke dalam bui.
”Mobil pinjaman itu ternyata sudah digadaikan,” ucapnya.
Mantan Kasattahti Polrestabes Surabaya itu mengungkapkan, pihaknya masih mencari mobil milik korban. Sejauh ini, kendaraan keluaran 2015 tersebut masih gelap. Mobil tidak terlacak karena sudah berpindah tangan.
”Semoga bisa cepat ketemu, kasihan pemilik mobil,” ungkapnya.
Suhadak beralasan menggelapkan mobil karena sedang membutuhkan uang. Saat itu, adiknya mengalami kecelakaan di Jember dan harus menjalani rawat inap. Suhadak pun tergerak untuk membiayai pengobatan adiknya tersebut.
”Opname 12 hari sebelum akhirnya meninggal,” tutur bapak empat anak itu.
Dia mengatakan, mobil milik korban digadaikan kepada kenalannya yang tinggal di Driyorejo, Gresik. Mobil itu dihargai Rp 25 juta. Namun, pria yang terakhir berdinas di Detasemen Polisi Militer (Denpom) V/2 Mojokerto tersebut hanya mendapat uang Rp 22,5 juta.
”Dipotong pajak. Dapatnya tidak utuh,” ucapnya.
Menurut Suhadak yang pensiun pada 2001, uang hasil menggadaikan mobil sudah habis. Dia menyesal telah menggelapkan kendaraan tersebut.
”Saat itu, enggak tahu harus mencari uang ke mana untuk biaya pengobatan adik,” ungkapnya sambil menunduk. (edi/c6/hud/jpg/jon) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :