Penipu Online Mengaku Bea Cukai

 
MALANG – Modus penipuan online yang menimpa Unggul Widasari Utami, 21 tahun, warga Tasikmadu, tergolong nekat. Pasalnya, pelaku penipuan, memakai nama Ditjen Bea Cukai untuk mengancam korban agar mengirimkan sejumlah uang. Hal ini dipaparkan sendiri oleh Widasari kepada Malang Post.
“Setelah saya transfer uang beli barang di Instagram, saya minta resi. Tapi penjual ngomong barang ada masalah. Saya disuruh angkat telepon dari seseorang. Dia mengaku dari pihak Bea Cukai dan berkata barang yang saya beli blackmarket, saya harus bayar lagi,” kata Widasari dikonfirmasi kemarin.
Niat Widasari, mahasiswi perguruan tinggi di Malang untuk membeli kamera, diawal dari akun Instagram @irfanjaya38 yang menampilkan kamera Fujifilm XA-2 seharga Rp 1,865 juta. Dia menghubungi penjual tersebut dan menyatakan minatnya untuk beli. Setelah transaksi, dia mentransfer uang ke salah satu rekening yang diberikan akun Instagram tersebut.
Bukannya mendapat resi penjualan seperti lapak online pada umumnya, Wida malah mendapat info barangnya bermasalah dan diminta mengangkat telepon dari seseorang.
“Kalau tidak bayar sejumlah Rp 5,7 juta secepatnya setelah telepon itu, barang tersebut akan hangus dan saya diancam akan berurusan dengan kepolisian,” ujar Wida.
Ketakutan, Wida langsung menuruti perintah orang tersebut dan transfer lewat ATM. Setelah transfer Rp 5,7 juta, dia ditelepon lagi oleh oknum yang mengaku Bea Cukai untuk transfer Rp 7,7 juta agar barang blackmarketnya bebas pajak.
“Tapi, begitu sampai di rumah, saya di-sms dan diminta transfer Rp 5,7 juta lagi. Saya curiga dan mulai merasa tertipu,” kata Wida.
Dia meminta refund atau uang kembali kepada penjual kamera tapi tidak mendapat respon. Setelah meneliti akun @irfanjaya38, dia mengaku sadar bahwa semua testimoni dalam akun tersebut adalah palsu alias dimanipulasi. Total, dia mentransfer Rp 15 jutaan sebelum menyadari dirinya ditipu mentah-mentah. Setelah itu, dia langsung lapor Reskrim Polres Makota terkait penipuan ini.
“Uang Rp 15 juta itu buat aku gak sedikit, apalagi aku cuma mahasiswi,” ujar Wida sedih. 
Dia berharap Reskrim Polres Makota segera menangkap pelaku, walaupun dia pesimis uangnya bisa kembali secara utuh. Sementara itu, Kabag Humas Polres Makota, Ipda Marhaeni menyebut kepolisian masih terus melakukan pengembangan.
“Masih pengembangan,” tandasnya dikonfirmasi terpisah.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :