Pacar ND Bantah Paksa Aborsi

 
MALANG – Polres Makota telah memeriksa AH Zaki Amali, 20 tahun. Zaki merupakan mahasiswa UIN Maliki Malang yang diduga menghamili ND (20), yang kini tersangka kasus atas meninggalnya bayi yang baru dilahirkan. Pemeriksaan dilakukan minggu lalu dengan status Zaki sebagai saksi. Hal ini dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Makota, AKP Heru Dwi kepada wartawan.
“Sudah diperiksa sebagai saksi, 14 Juli lalu. Dia memenuhi panggilan penyidik. Dia datang bersama keluarganya,” terang Heru di mako Polres Makota Jalan JA Suprapto, kemarin. 
Heru mengatakan, saksi diduga punya kaitan kuat dengan bayi dalam kandungan ND. Bayi ini meninggal dunia setelah dilahirkan di Desa Sumbermanjing Wetan pada 9 Juli 2017 dini hari. Dari hasil pemeriksaan, Heru menyebut Zaki tidak membantah bahwa ND adalah pacarnya. Hal ini dipaparkan di hadapan Reskrim saat diperiksa. 
“Benar, dia memang pacar ND,” tegas Heru. Meski demikian, pacar ND membantah bahwa dia memaksa atau menyuruh ND aborsi.
Dari keterangan yang dihimpun Malang Post di kalangan mahasiswa UIN, saksi yang duduk di bangku kuliah semester 4 jurusan Kimia UIN Maliki bahkan mengaku tidak tahu bahwa ND sedang berbadan dua. 
“Dia (saksi) tidak pernah menyuruh menghilangkan nyawa bayi,” ungkap Heru. 
Lewat keterangan Reskrim Polres Makota, kasus dugaan pembunuhan bayi ini melibatkan 6 saksi termasuk pacar ND. Selain pacarnya, ada saksi-saksi lain yang sudah diperiksa. Yakni, keluarga saksi, keluarga tersangka serta penghuni kos yang kali pertama memergoki mayat bayi di Jalan Kertorejo 2, Ketawanggede pada 10 Juli lalu.
Heru menyebut, keterangan yang dihimpun dari para saksi sudah dianggap cukup. Setelah ini, Reskrim Polres Makota tengah menunggu bukti lain, yaitu hasil otopsi bayi. Menurut Heru, sampai saat ini pihak penyidik masih menantikan hasil otopsi sebagai bukti penyebab kematian bayi setelah dilahirkan ND. Usai pengumpulan keterangan saksi dan barang bukti hasil otopsi, Reskrim bakal menghelat gelar perkara.
“Nunggu hasil otopsi, secepatnya. Nanti akan ada gelar perkara,” tambah Heru. Reskrim mengenakan dua pasal langsung atas dugaan pembunuhan bayi oleh ND. Yakni, pasal 80 UU nomor 23 tahun 2002 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun, atau pasal 341 KUHP ancaman pidana maksimal 7 tahun. ND sendiri saat ini sudah dipindah dari tahanan Polres Makota dan dititipkan ke Lapas IIA Wanita Sukun. 
Sementara itu, pihak saksi sendiri belum bisa dikonfirmasi terkait pernyataan Reskrim. Nomor saksi yang tertera di akun Facebooknya, 08179644xxx tak bisa dihubungi. Begitu juga, akun Facebook AH Zaki Amali, secara misterius sudah tak bisa dikunjungi alias sudah dinonaktifkan.(fin/jon)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :