Di PHK Perusahaan, Dicerai Istri

 
Setiap istri pasti mendambakan keluarga yang harmonis, tak terkecuali Amel, warga Kecamatan Wagir. Namun impiannya untuk bisa hidup sampai tua dengan Ronald, kandas di tengah jalan. Baru tujuh tahun usia pernikahannya, kini sudah diambang kehancuran.
Amel terpaksa menggugat cerai Ronald, ke Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen. Salah satu alasannya, karena Ronald sudah tidak bisa diharapkan sebagai kepala rumah tangga. Sebab setiap hari, pekerjaannya hanya tidur dan makan saja. Ronald sama sekali tidak bekerja.
“Kalau kerjaannya hanya minta uang sama istri, saya yang kuat. Sedangkan setiap hari kebutuhan keluarga terus bertambah,” ujar Amel.
Tujuh tahun lalu, Amel dan Ronald menikah secara sah. Ronald mengucapkan janji suci dihadapan kedua keluarga. Pernikahan mereka saat itu, karena sama-sama saling menyayangi.
Selama empat tahun, rumah tangga mereka berjalan harmonis. Ronald yang bekerja di sebuah perusahaan swasta, mampu mencukupi kebutuhan keluarga. Bahkan, mereka masih bisa menabung karena Amel juga bekerja.
Tetapi dua tahun belakangan, ekonomi keluarga mulai menurun. Semenjak Ronald sudah tidak lagi bekerja. Ronald telah di PHK oleh perusahaan, karena kesalahannya sendiri. Sejak itulah, Ronald tidak lagi bekerja. Ia hanya mengandalkan Amel yang bekerja di sebuah bank.
Amel mencoba bersabar. Bahkan Amel terus mendorong Ronald untuk bangkit dan mencoba mencari pekerjaan lain. Namun upaya Amel merayu, sama sekali tidak digubris. Ronald tetap saja tidak mau bekerja dan kerjaannya hanya berdiam diri di rumah.
Munkin karena kesal apalagi, setiap hari mereka terus bertengkar itulah, akhirnya Amel yang sudah tidak tahan lagi memutuskan untuk menggugat cerai.“Gugatan sudah saya daftarkan tinggal menunggu jadwal sidangnya saja,” tuturnya.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...